Pemerintah Siapkan Ganti Rugi 200 Ekor Sapi Milik Pengungsi Gunung Agung

TANGKASNews – Kendati status Gunung Agung telah diturunkan ke level siaga, Pemerintah tetap melakukan monitoring terhadap keselamatan para pengungsi dan hewan ternak.

 

Kementerian Pertanian (Kementan) khususnya menyatakan telah menyediakan sekitar 200 ekor sapi untuk menggantikan hewan ternak milik pengungsi apabila nanti terjadinya erupsi dan saat proses evakuasi.

 

Prihal ini disampaikan Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementan I Ketut Diarmita  di Posko Pemantauan Darurat Gunung Agung Karangasem, Minggu (5/11).

 

Diarmita menjelaskan tim Satgas Kementan akan terus bersiaga melakukan monitoring dan koordinasi guna penyelamatan dan penanganan ternak serta penyaluran bantuan.

 

“Kami jaga peternak dan ternaknya jangan sampai ketika terjadi bencana alam mereka jadi korban, sehingga jelas SOP untuk evakuasi sapi yang aman,” imbuhnya.

 

Upaya penyelamatan hewan ternak ini, tutur Diarmita, adalah dalam rangka upaya penyelamatan ternak dan peternak adalah agar peternak tidak merugi karena menjual ternaknya di saat musibah. Untuk itu, perlu ada harga acuan dalam menentukan standar harga penjualan.”Namun tetap yang disarankan yang dijual yakni sapi jantan,” ucapnya.

 

Hingga saat ini,  Diarmita mengatakan ada 43 tempat penampungan hewan ternak di tujuh titik lokasi, diantaranya, Klungkung, Buleleng, Karangasem, Gianyar, Bangli, Tabanan, dan Gianyar. “Jumlah ternak yang ada di penampungan sebanyak 6.584 ekor,” paparnya.

 

Untuk itu 200 ekor sapi yang telah disiapkan pihak pemerintah, ujarnya, digunakan nantinya untuk menggantikan hewan hewan ternak yang cacat ataupun mati milik warga pengungsi Gunung Agung.

 

Turut mendampingi Diarmita adalah Bupati Karangasem , Gusti Ayu Mas Sumatri yang memberikan apresiasi atas upaya pemerintah dalam membantu proses evakuasi hewan ternak di Kawasan Rawan Bencana (KRB) Gunung Agung.

 

Gusti Ayu mengutarakan bahwa sekitar 200 ribu masyarakat telah dievakuasi dan berada di tempat aman dan sebanyak 30 persen dari jumlah warga tersebut bermata pencahaharian sebagai peternak sapi.

 

“Jika orangnya selamat, maka sapinya juga harus selamat,”  tegasnya.

 

Gung intan ( Tangkas Bali )

Editor : Intan