Pemerintah Harus Waspada Atas Dinamika Kebijakan Perdagangan Amerika Serikat – China

TANGKASNews – Pemerintah Indonesia mewaspadai dinamika kebijakan perdagangan antara Amerika Serikat-China, yang ketegangannya diperkirakan akan berlanjut dalam jangka waktu yang panjang.

 

Pernyataan ini disampaikan Menteri Keuangan Sri Mulyani di Gedung Parlemen Senayan Jakarta, Senin (2/7).

 

“Indonesia perlu mewaspadai dinamika yang tinggi antara negara-negara Barat dan RRC. Dan itu dampaknya menimbulkan spillover,” ¬†sambungnya.

 

Gejolak ekonomi tersebut, ujarnya, akan membuat beberapa indikator mengalami pergerakan dan bisa menimbulkan tekanan ke pertumbuhan ekonomi.

 

“Kita dihadapkan suasana global yang bergerak. Memang dampaknya dengan suku bunga (BI) naik, mungkin pertumbuhan ekonomi akan tertekan itu tidak bisa dihindari,” jelasnya.

 

Sri Mulyani menjelaskan situasi dunia saat ini mengalami kondisi normal baru (new normal) di mana tingkat suku bunga meningkat, adanya ketidakpastian karena perang tarif, serta perubahan harga minyak.

 

“(Presiden AS) Trump itu bisa setiap saat melakukan pernyataan yang bisa mengubah kebijakan ekonomi dunia. Trump bahkan juga meminta timnya melakukan review prinsip-prinsip di WTO,” paparnya.

 

Maka dari itu pemerintah , tegasnya, akan terus menjaga dampak turunannya terhadap ekonomi Indonesia dalam jangka panjang.

 

“Kami lakukan di fiskal melalui insentif, pajak, dan juga sisi belanja. Tujuannya adalah untuk mengurangi tekanan di perekonomian kita,” ¬†tutupnya.

 

Red

Editor : Intan