Pemerintah Akan Relokasi Rumah Korban Tsunami Selat Sunda

TANGKASNews – “Kementerian PUPR akan merelokasi rumah warga korban tsunami, baik rumah warga di pesisir Banten maupun Lampung Selatan. Jadi, pembangunan rumah tidak akan dilakukan di lokasi awal karena rumah para warga tersebut sangat dekat dengan bibir pantai yang rawan diterjang gelombang.”

 

Pernyataan ini disampaikan Menteri PUPR, Basuki Hadimjono di Kantor KemenPUPR Jakarta, Kamis (27/12).

 

“Fasilitas umum akan kami perbaiki, untuk rumah akan kami bantu bangun, ┬áseperti jalan, tempat ibadah, dan sekolah yang rusak akibat hantaman tsunami,”ucapnya.

 

Basuki menuturkan hingga saat ini masih menunggu laporan dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan Pemerintah Daerah (Pemda) terkait total rumah warga yang rusak akibat tsunami. “Data sementara BNPB per hari Rabu (26/12) mengungkapkan sebanyak 924 rumah rusak akibat tsunami Selat Sunda,” sambungnya.

 

Lebih lanjut, Basuki mengatakan terkait bentuk rumah, Kementerian PUPR akan menyesuaikan dengan profil risiko di wilayah tersebut. Pembangunan rumah korban tsunami Selat Sunda tersebut akan menggunakan dana dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

 

“Rumah mereka yang hancur itu, hanya 5 meter dari pantai. Jadi bahaya sekali apalagi berhadapan persis dengan Anak Gunung Krakatau, walaupun kami sudah bikin tanggul pantai di situ,” ujarnya.

 

“Sempadan pantai adalah daratan sepanjang tepian pantai yang lebarnya proporsional dengan bentuk dan kondisi fisik pantai, minimal 100 meter dari titik pasang tertinggi ke arah darat,” tutupnya.

 

Red

Editor : Intan