Pembangunan Infrastruktur Guna Pertumbuhan Ekonomi Nasional

TANGKAS – Era Pemerintahan Presiden Jokowidodo, pembangunan infrastruktur nasional menjadi basis program pemerintah guna memajukan pertumbuhan laju ekonomi bangsa. Hal ini didasarkan atas persepsi bahwa Indoensia mempunyai potensi yang tidak terhingga dengan negara lain di Kawasan ASEAN guna pengembangan dan pembangunan infrastruktur dalam negeri.
Dalam gelar closing ceremony Indonesia Infrastruktur Week 2015 di JCC pada Jumat (5/11), Presiden yang diwakili oleh Menko Perekonomian Darmin Nasution mengutarakan bahwa “Saat ini, kami masih menghadapi beberapa tantangan antara lain terbatasnya infrastruktur, presentase biaya yang masih tinggi untuk logistik dan pengangkutan barang dan jasa,” tambahnya. Sebagai akibat dari kondisi infrastruktur yang kurang ideal, waktu tempuh rata-rata di koridor utama Indonesia mencapai 2,6 jam / 100 km. Jika kita bandingkan dengan Thailand dan Malaysia, waktu tempuhnya bisa dua kali lipat lebih lama. Tidak hanya itu, rasio distribusi listrik mencapai 84,1%, jauh tertinggal dari negara-negara tetangga seperti Thailand, Filipina dan Vietnam dengan rasio 100%.
“Meskipun demikian, kami tetap berkomitmen untuk mendukung investor dalam mengatasi masalah ini melalui enam paket kebijakan ekonomi yang baru dikeluarkan, lengkap dengan skema kemitraan antara pemerintah dan swasta, dan skema pendanaan yang inovatif,”imbuh Menko Perekonomian.
Darmin menjelaskan bahwa untuk mewujudkan target pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar tujuh persen, Indonesia perlu memobilisasi sumber pendanaan alternatif  untuk proyek-proyek infrastrukturnya. Hal ini merupakan sesuatu yang dapat dicapai melalui kemitraan antara pemerintah dan swasta, termasuk kekurangan dana, kesiapan pembayaran dan pinjaman langsung, serta skema berbasis pencapaian tahunan.Pejabat pemrintah dan pelaku bisnis berkolaborasi dalam menerapkan skema tersebut. Dalam sesi bersama investor, BKPM juga menggarisbawahi dukungannya untuk investor dengan menyediakan kemudahan kepemilikan dan keringanan pajak.
“Kami berupaya untuk mewujudkan potensi nasional dan tidak berhenti apapun hambatan yang menghadang. Saya yakin, jika kita semua bekerjasama, kita akan dapat mencapai tujuan akhir kita dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi nasional,”tegas Menko Perekonomian dalam sambutannya.

Menko Perekonomian Darmin Nasution usai menghadiri acara Closing Ceremony IIW 2015 di JCC , Jumat (6/11) bersama rekan Media
Menko Perekonomian Darmin Nasution usai menghadiri acara Closing Ceremony IIW 2015 di JCC , Jumat (6/11) bersama rekan Media

Sedangkan CEO of Infrastructure Asia Alan Solow selaku penyelenggara IIW 2015 mengungkapkan bahwa “Investor asal Tiongkok sebagai peserta utama di IIW 2015 sangat ingin berkolaborasi dengan pelaku bisnis Indonesia”.
“Kami melihat ketertarikan lebih jauh dari investor yang akan terus bertambah tahun depan. Kami akan melanjutkan kerjasama dengan pemerintah dalam menyediakan platform strategis dimana investor dan pelaku bisnis dapat bertemu dan menentukan proyek mana yang dapat dijalankan bersama”, tegas Alan Solow.
Pelaksanaan IIW 2015 tahun ini dinilai sukses, karena berhasil menarik 12000 pengunjung dari 200 eksibitor dalam event ini. Pada tahun 2016 mendatang, panitia penyelenggara IIW menargetkan akan menggait lebih banyak investor, perwakilan pemerintah dan semua profesional yang terkait dengan Infrastruktur nasional.

Endha (BJ)

EDITOR : DD BIN