PDIP Sebut Nawacita Jokowidodo Belum Mampu Ciptakan Swasembada Pangan

TANGKASNews – Politisi PDIP, Cliff Harold Lakolo menilai janji nawacita Jokowidodo  masih belum efektif hingga di akhir penerintahannya.

 

Menurut pria dengan sapaan akrab Bung Cliff ini mengatakan dalam janji Nawacita terdapat point untuk mewujudkan swasembada pangan, namun nyatanya di awal 2018 pemerintah memutuskan untuk melakukan impor beras.

 

Ini sangat bertentangan sekali dengan isi Nawacita terkait Swasembada pangan, ” tuturnya di Gedung Parlemen Senayan Jakarta, Selasa (13/2).

 

Bung Cliff menyatakan hingga tiga tahun kepemimpinan Presiden Jokowidodo , Indonesia belum mampu keluar dari ketergantungan Impor. “Tiga tahun lebih Pemerintahan Jokowi, belum juga mampu membuat Indonesia keluar dari ketergantungan impor,” ucapnya.

 

Padahal, Bung Cliff menambahkan terkait swasembadabpangan  visi misi Nawacita Jokowi JK  telah dituangkan RPJMN 2015-2019 dalam dua program, yaitu pengamanan produksi untuk kemandirian dan diversifikasi konsumsi pangan.

 

Bukan itu saja, Bung Cliff menuturkan bahwa hingga kini Indonesia belum mampu terlepas dari impor Gula sejak pemerintahan dahulu kala. “Tidak pernah tanpa impor gula. Produksi gula belum mencapai target. Komoditas pangan lain, daging sapi dan sapi juga masih impor. Belum tercapai target produksi sapi sesuai rencana,”  terangnya.

 

“Selain itu, impor garam pada Juni 2017 sebanyak 253,8 ribu ton, minyak goreng sebesar 1,9 ribu ton, bawang putih sebesar 90,9 ribu ton. Impor lada sebesar 23,1 ton, kentang sebanyak 6,9 ribu ton,” imbuhnya menjelaskan .

 

Pasalnya, tegas Bung Cliff, Nawacita Jokowi JK hingga tiga tahun pemerintannya, Indonesia dinyatakan belum mampu terlepas dari kecanduan impor sehingga belum dapat terciptanya swasembada pangan . “NAWACITA Jokowi JK belum mampu wujudkan swasembada pangan, ” pungkasya.

 

Red

Editor : Intan