PDIP sebut Ada Jendral Jadi Penghalang Pembubaran FPI Oleh Jokowi

TANGKASNews – Pengamat Politik dan Ekonomi, Iwan Siswo menilai pernyataan Presiden Jokowidodo terkait pembubaran ormas Font Pembela Islam dalam wawancara Media Asing pekan lalu, hanya sebatas wacana semata untuk meredakan suhu politik atas tuntutan masyarakat pasca Pilpres 2019.

Iwan mengungkapkan masih tampak adanya suatu keraguan hingga ketakutan pemerintah dalam mengambil putusan untuk membubarkan ormas radikal yang berasaskan khilafah tersebut.

“Ada suatu hal yang menyebabkan pemerintah belum berani mengambil putusan terkait pembubaran FPI. Presiden Jokowi pun tampak tak punya kekuatan untuk menentukan suatu kebijakan tegas akan hal tersebut,” paparnya.

Menurutnya, Kemungkinan ada sosok jendral yang berada di belakang FPI. “FPI ibaratnya sebagai ormas yang mempunyai kekuatan dahsyat, sehingga dalam perjalanannya belum ada Kepala Negara yang berani membububarkan ormas tersebut. Semuanya msih dalam wacana saja,” jelasnya.

Mengapa disebut ada sosok petinggi jendral dibelakang FPI, Politisi PDIP ini menceritakan kilas balik berdirinya FPI pada tahun 1999 menjadi ormas yang berjasa besar sebagai pasukan pengaman masyarakat masa transisi era Soeharto ke Habibie.

“FPI membantu memobilisasi 100 ribu massa yang tergabung dalam Pam Swakarsa, untuk melindungi transisi pemerintahan dari Soeharto ke Habibie di akhir tahun 1999.” tuturnya. di Jakarta, Kamis (1/8).

Lebih lanjut, Iwan menjelaskan diceritakan dalam artikel berjudul “Muslim Democrats and Islamist Violence in Post-Soeharto Indonesia”, Robert W Hefner menyebut peran Wiranto dalam membesarkan Front Pembela Islam. “Saat itu Wiranto memegang jabatan sebagai Panglima TNI,”ucapnya.

Keberadaan Wiranto di Kabinet Kerja Jokowi, sambungnya, bisa menjadi suatu alasan kuat bagi Pemerintah belum berani memutuskan terkat Pembubaran FPI hingga saat ini.

“Ini sekedar praduga saja alias opini publik, kenapa Presiden Jokowi belum berani dengan tegas mengeluarkan SK Pembubaran FPI. Dan alasan ini bagi saya sangat masuk akal,” ujarnya.

Untuk itu, Iwan sangat berharap sebelum memasuki periode kedua Presiden Jokowi, agar bisa Indonesia terbebas dari paham radikal seperti FPI.

“Bagi saya, membubarkan Ormas FPI sesegera mungkin sebelum Jokowi dilantik sebagai Presiden Dua Periode, menjadi langkah tepat dalam meningkatkan stabilitas keamanan nasional dan menjaga ideologi bangsa Pancasila dari rongrongan kaum radikal,”pungkasnya.

Red
Editor : Intan