PDIP ; Pidato Prabowo itu Tunjukan Bentuk Kepanikan Takut Kalah Dalam Pilpres 2019

TANGKASNews – “Ibarat Moncong Senjata, belum jelas arah tembakan yang akan diluncurkan. Begitu halnya dengan Pidato Ketua Umum Prabowo Subuyanto yang menyinggung elite politik saat ini tidak mempunyai arah yang jelas.”

 

Demikian yang disampaikan Anggota Fraksi PDIP, Ardian Napitupulu dalam gelar acara Indonesia Lawyers Club (ILC), Selasa (26/6).

 

Ardian menyatakan apa yang disampaikan Prabowo dalam pidatonya sebenarnya menunjukan rasa gundah atau galaunya jelang Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 mendatang.

 

Mengapa demikian, Ardian menjelaskan Prabowo mempunyai rasa yang galau akibat Pilpres 2019 ini menjadi peluang terakhirnya untuk maju menjadi Capres setelah beberapa kali mengalami kekalahan di Pilpres sebelumnya. ” Prabowo punya ambisi besar maju menjadi Capres tapi tidak punya kekuatan,” sambungnya.

 

Selain itu, Ardian mengutarakan apabila Prabowo tidak menjelaskan secara pasti akan pidatonya ditujukan kepada siapa, mungkin juga apa yang disampaikan beliau (Prabowo Red) merupakan ungkapan kekesalan di masa lalunya pada saat era Orde Baru, Presiden Soeharto. ” Kritik kritik yang disampaikan Prabowo dalam pidatonya semuanya terjadi saat era Soeharto. Soeharto khan mertuanya Prabowo, ” ucapnya.

 

Seperti diketahui, beberapa tudingan miring yang disampaikan Prabowo Subiyanto dalam pidatonya pada Kamis Lalu , 21 Juni diantaranya terkait Indonesia Kaya tapi Banyak Utang, penyalahgunaan dana BUMN untuk kampanye, Pembangunan LRT yang mahal, Bagi bagi sembako tidak perkuat kedaulatan ekonomi, dan Ekonomi Nasional bangsa masih sangat lemah.

 

Lebih lanjut, Ardian menegaskan segala tudingan yamg dilontarkan Prabowo dalam pidatonya itu sebenarnya menunjukan bentuk kepanikan beliau (Prabowo -Red) ┬ákarena takut akan kalah dalam Pilpres 2019. “Prabowo merasa tidak punya kekuatan dalam menghadapi Pilpres 2019, namun mempunyai mental baja untuk maju kembali menjadi Capres, ” pungkasnya.

 

Red

Editor : Intan