PDIP Nilai Kampanye Putaran Kedua Ahok Djarot Cendrung Bohongi Warga DKI

TANGKAS – Kampanye putaran kedua Pilkada DKI, pasangan calon Ahok Djarot dinilai lebih banyak membohongi warga DKI.

“Masyarakat sudah pintar dan mampu menilai mana yang bohong dan mana yang benar-benar ingin menyelesaikan masalah Jakarta. Mana yang berani dengan program terukur dan mana yang hanya berani dengan jargon dan bukti-bukti bohong,” ungkap Politisi PDIP, Iwan Siswo dalam keterangannya , Selasa (21/3).

Iwan mengatakan salah satu kampanye Ahok Djarot yang cenderung membohongi publik terkait kenaikan-kenaikan bantuan dana operasional untuk pengurus RT dan RW.

Kenaikan anggaran RT-RW , tegasnya, sebenarnya merupakan hasil reses serta pertemuan dengan pengurus RT-RW yang kemudian digodok bersama Plt Gubernur DKI, Soni Sumarsono. “Sedangkan dalam kampanye Ahok Djarot diakuinya ide tersebut merupakan gagasan dari pihaknya.

Hal lain yang dilihat dalam kampanye AHok Djarot adalah terkait bantuan sosial yang menggunakan APBD DKI. ” Untuk menarik masa pencoblosnya, Ahok Djarot memanfaatkan APBD DKI untuk mempercepat pencairan bantuan sosial di masjid masjid,” paparnya.

Menurutnya, bantuan sosial ini seharusnya baru cair pada bulan april, namun di percepat pencairannnya pada bulan ini Maret. ” Ini benar sangat disayangkan warga DKI,” pungkasnya.

RED
EDITOR ; INTAN