PDIP : Demi Keselamatan Bangsa, Presiden Jokowi Minta Acara Syukuran Relawan Dibatalkan

TANGKASNews – Melalui Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko, Presiden Terpilih Jokowi menyampaikan agar acara Syukuran Inaugurasi Presiden dan Wakil Presiden (wapres) 2019-2024 pada Minggu  20 Oktober 2019, yang digagas para Relawan agar dibatalkan.

“Bapak Presiden inginkan acara yang digagas relawan untuk tidak dilaksanakan secara berlebihan. Untuk itu tidak perlu ada acara karnaval dan seterusnya,” tutur Moeldoko di Jakarta, Rabu (16/10).

Pesan ini disampaikan , lantaran Presiden Jokowi ingin segera bekerja, sehingga tidak perlu ada kesenangan yang berlebihan.

“Tak perlu ada euforia agar teman-teman yang menyiapkan tidak kecewa. Langsung bekerja itu yang ditunggu masyarakat,” sambungnya.

Menanggapi hal ini, Politisi PDIP Iwan Siswo mengatakan sebenarnya keinginan Bapak Jokowi membatalkan acara Syukuran tersebut terkait situasi dan kondisi bangsa yang kurang kondusif pasca adanya aksi serangan teror penusukan Menkopolhukam Wiranto beberapa pekan lalu.

” Sujatinya, Alasan Pak Jokowi membatalkan acara syukuran tersebut adalah demi keselamatan Bangsa dan khususnya para Relawan pendukung beliau,” ujar Iwan dalam keterangan tertulisnya, Rabu Malam.

Iwan mengutarakan situasi bangsa saat pelantikan Jokowi pada Tahun 2014 lalu sangat jauh berbeda dengan kondisi saat pelantikan saat ini. “Kalau dulu teroris belum sesangar dan seganas sekarang,” ucapnya .

Untuk itu Iwan juga menghimbau agar Relawan dan masyarakat pendukung Jokowi agar tidak kecewa. ” Tidak perlu kecewa , Kita kawal Jokowi dengan berbagai kebijakan hingga 2024 itu saja sudah cukup,” ungkapnya.

Menurutnya, pesan mendadak yang disampaikan Presiden Jokowi untuk membatalkan acara Syukuran tersebut mempunyai maksud sangat baik. ” Pesan untuk membatalkan Syukuran Pelantikan tersebut adalah untuk Keselamatan Bangsa dan memberi pesan positif kepada dunia international,” pungkasnya.

Seperti diketahui , Karopenmas Mabes Polri Brigadir Jendral Polisi Dedi Prasetyo mengatakan bahwa LT disiapkan untuk menjadi pengantin dalam bom bunuh diri.

“Bom yang sudah disiapkan untuk digunakan oleh pengantin ini memiliki daya ledak tinggi atau high explosive,” kata Dedi di Mabes Polri, Selasa (15/10).

Red
Editor : Intan