PDI Tegas Sebut Aksi 2 Desember Bermuatan Politik

TANGKAS – Rencana Aksi Unjuk rasa pada 2 Desember mendatang sebenarnya bukan ditujukan untuk Cagub DKI, Basuki Tjahaja Purnama Alias Ahok, melainkan adanya kepentingan politik untuk menjatuhkan kepemimpinan Presiden Jokowidodo.

Pernyataan ini disampaikan tegas oleh Politisi PDIP, Iwan Siswo dalam keterangannya di Jakarta pada Sabtu (19/11) malam.

Iwan mengingatkan akan pernyataan dari pihak Koalisi Merah Putih pasca pelantikan Presiden Jokowi menggantikan SBY yang mengatakan bahwa kepemimpinan Jokowidodo sebagai presiden hanya berumur 2 tahun.

Oleh karena itu, Iwan mengatakan apapun temanya yang diusung dalam aksi unjuk rasa pada 2 Desember mendatang, target utamanya adalah Presiden JOkowidodo.

” Sudah tidak masuk akal sehat, yang dituntut demo 4 November sudah terkabul, kok malah ada demo lagi, Maksudnya apa ??” ungkap Iwan.

Hal senada disampaikan Kapolri Jendral Pol Tito Karnavian pada Sabtu (19/11) yang mengatakan bahwa sangat jelas adanya kepentingan politik dalam rencana Demo 2 Desember mendatang.

“Rencana pelaksanaan Salat Jumat dengan cara menutup jalan sangat merugikan masyarakat dan hal tersebut juga melanggar undang-undang. Saya dengan tegas melarang kegiatan tersebut digelar pada 2 Desember mendatang,” tegasnya.

Terkait hal tersebut, tambah Kapolri, pihaknya akan berbicara dan berkoordinasi dengan sejumlah tokoh agama di Jakarta. Diharapkan pembicaraan bermuara pada larangan para tokoh agar umatnya tidak ikut aksi turun ke jalan 2 Desember nanti.

“Jadi tidak ada alasan lagi bagi warga untuk melakukan aksi terkait kasus Ahok yang bisa merugikan kepentingan umum,” pungkasnya.

RED
EDITOR : INTAN