Pasca Galungan, Gunung Agung Hadirkan Gempa Tremor Tanda Siap Meletus

TANGKASNews – Sepekan lebih Gunung Agung tertidur dalam goncangan Gempa guna menghormati perayaan Hari Raya Galungan dan Kuningan bagi umat hindu di Bali, pada Kamis (9/11) pagi , mulai kembali dengan gempa yang diakibatkan aktivitas vulkaniknya.

 

Kabid Mitigasi Gunung Api PVMBG, Gede Suantika  menuturkan Gunung tertinggi Bali ini mengalami gempa selama 32 detik pada pukul 05.00 pagi.

 

Suantika menjelaskan gempa yang terjadi akibat aktivitas vulkanik Gunung Agung sebanyak 30 – 100 kali per hari dengan rincian data PMVBG ; 35 kali gempa dalam periode waktu 18 jam tersebut. Adapun gempa tersebut terdiri atas 14 kali gempa vulkanik dangkal (VB), 15 kali gempa vulkanik dalam (VA), empat kali gempa tektonik jauh, sekali gempa tektonik lokal serta sekali Gunung Agung mengalami gempa tremor harmonik dalam waktu 32 detik dengan amplitude 4 mm.

 

Hal yang mengejutkan, Suantika menuturkan gempa yang terjadi pasca perayaan Hari Galungan adalah ” Gempa Termonik ” .

 

Seperti diketahui, berdasarkan analisa PMVBG, Gunung Agung akan meletus diawali dengan terjadinya Gempa Termonik.

 

” Ya Gunung Agung memang baru pertama kali tercatat mengalami gempa tremor harmonik,” ucap Suantika.

 

Untuk itu PMVBG , tegasnya, saat ini Gunung Agung masih Belum aman dan berada di Level Siaga III. “Dengan adanya rekomendasi bahwa 6 km – 7,5 km sektoral wajib waspada, dan semua masyarakat wajib waspada karena bencana bisa datang kapan saja,”  imbuhnya.

 

Gempa Tremor Harmonic,  jelasnya, merupakan aliran asap putih, dan kemungkinan magma berada puluhan meter di bawah dasar kawah.

 

Gempa yang mengguncang Pulau Bali pagi ini, imbuhnya , dikarenakan adanya pelepasan fluida tersebut menimbulkan sebuah getaran dan akhirnya tercatat dalam seismometer. ” Ya.. Gunung Agung masih belum aman, ” pesannya.

 

Red

Editor ; Intan