Pasca Diresmikan, Banteng Wulung BEI Makan Tumbal Puluhan Mahasiswa

TANGKASNews – Pasca diresmikan Patung Banteng Wulung Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Minggu (13/1) lalu terjadi insiden ambruknya Selasar Atap langit langit di Gedung BEI Tower II , kawasan SCBD Sudirman, Jakarta.

 

Insiden Ambruknya selasar atap Tower II BEI ini terjadi pada Senin (15/1) sekitar pukul 12.10 Wita siang dengan menelan pukuhan korba luka luka, baik luka ringan hingga patah tulang .

 

Insiden ambruknya atap tower II gedung BEI ini terjadi saat adanya kunjungan dari mahasiswa mahasiswi dari Universitas Bjna Dharma Palembang.

 

Menurut keterangan Kepala Divisi Hubungan Masyarakat Polri Inspektur Jendral Polisi Setyo Wasisto  menjelaskan hingga pukul 16.30 sebanyak 77 orang. Kesemuanya mengalami ruka ringan, trauma tumpul dan patah tulang akibat insiden terebut.

 

“Di Rumah Sakit Angkatan Laut MIntoharjo ada 17 orang, RS MRCCCC Siloam ada 31 orang sementara di RSPP Pertamina ada 7 orang dan RS Jakarta sebanyak 20 orang,” paparnya  dalam keterangan tertulisnya Senin Sore Pasca kejadian.

 

Setyo menegaskan insiden Ambruknya selasar Atap tower II BEI ini bukan disebabkan karena bahan peledak alias Bom . . “Jadi saya pastikan itu bukan bom ya,”  tegasnya .

 

Sebelumnya , Patung Banteng Wulung BEI yang merupakan  hasil karya seniman Bali ini  diresmikan sebagai ikon baru BEI. Acara persemian tersebut disaksikan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan Wimboh Santoso, Wakil Dewan Komisioner OJK Nurhaida, dan Anggota DK OJK Bidang Perlindungan Konsumen Tirta Segara, jajaran direksi BEI, yakni Direktur Utama Bursa Efek Indonesia Tito Sulistio, Direktur Penilaian Perusahaan Samsul Hidayat, dan Direktur Perdagangan dan Anggota Bursa Alpino Kianjaya, dan kalangan stakeholder di lingkungan pasar modal.

 

Direktur Utama Bursa Efek Indonesia Tito Sulistio mengatakan Patung Banteng merupakan ikon  pasar keuangan di dunia yang menggambarkan optimisme dan masa depan lebih baik.

 

“Patung ini dibuat dari fosil kayu yang berusia lebih dari 2,5 juta tahun lalu yang berasal dari Lebak, Banten. Patung ini mengambil sebuah legenda asli dari tanah Pasundan, hitam, kuat, perkasa, mampu berlari kencang, semoga ini dapat menular di Bursa Efek Indonesia,”  terangnya.

 

Red

Editor : Intan