Pakar Hukum : Bahaya , #2019GantiPresiden Itu Bola Liar Dalam Pilpres

TANGKASNews – Gerakan #2019GantiPresiden kini memang sungguh mengkawatirkan dan sudah menjadi Bola Liar dalam kehidupan beasyarakat. Bergesernya orientasi gerakan ini ke pergantian sistem negara sangat jelas ada penumpang gelap aksi yang dipromotori pihak partai PKS ini

 

Demikian yang disampaikan Pakar dan Pengamat Hukum, Gusti Agung Gede Agung, S.H di Jakarta, Rabu (13/9).

 

Agung menambahkan gerakan tagar Ganti Presiden ini sudah berjalan diluar jalur situasi tahun politik saat ini.

 

” Disorientasi #2019GantiPresiden ini dikawatirkan akan menimbulkan konflik ditengah masyarkat, sehingga disebut sebagai bola liar yang sewaktu waktu dapat menimbulkan suatu keributan (Cheos) antar warga dan bahkan bisa antar keluarga.” sambung pria asal Gianyar Bali ini.

 

Gerakan ini sangat meresahkan, ungkap Agung, karena tagar Ganti Presiden kini bukan saja viral di dunia maya, melainkan sudah mewabah di tengah masyarakat.

 

Agung menjelaskan gerakan ganti Presiden milik PKS ini telah beredar sengaja untuk memancing emosional para pendukung dan Anti #2019GantiPresiden. “Hal ini sangat rawan sekali akan timbulnya bentrok di tengah masyarakat,” ucapnya.

 

Menurutnya ditengah negara Denokrasi kita ini, seharusnya muncul sebuab gerakan yang berorientasi pada adu gagasan dan bukan sistem negara, apalagi sistem negara yang berbau komunis itu jelas sangat berbahaya bagi kesatuan NKRI.

 

Dalam keterangannya, Agung berharap dalam pelaksanaan Kampanye Pilpres 2019 pekan depan ini diharapkan agar masyarakat bisa jeli dan tetap mengutamakan keutuhan NKRI. Begitu pula pihak aparat keamanan dapat bersikap netral dan mampu tindak tegas jik gerakan ini melanggar undang undang yang berlaku.

” Tagar Ganti Presiden sebaiknya diganti dengan Prabowo Presiden sehingga benar benar relevan dengan pelaksanaan Pilpres tahun depan ,” pesannya.

 

Kita sebagai Rakyat Indonesia, tegasnya , harus mulai cerdas dalam melaksanakan demokrasi di Indonesia.

 

“Marilah menjadi rakyat yang cerdas dan dewasa dalam berdemokrasi melalui adu gagasan dan argumen dalam membangun bangsa,” pungkasnya.

 

Red

Editor : Intan