Mulai 20 Januari, PHDI Bali Larang Umat Hindu Gelar Upacara Ngaben

TANGKASNews – Awal Maret 2019, Umat Hindu akan melaksanakan upacara agama 10 tahunan, Panca Wali Krama di Pura Besakih, Karangasem Bali.

 

Upacara keagamaan Panca Wali Krama ini dilaksanakan tepat pada tanggal 6 Maret 2019, yang digelar usai perayaan Eka Dasa Rudra setiap 100 tahun sekali.

 

Penetapan pelaksanaan upacara Panca Wali Krama ini dilaksanakan setelah diadakan  Pesamuan Madya yang digelar Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Provinsi Bali pada 16 Agustus 2018 di Kantor PHDI Bali di Jalan Ratna, Denpasar.

 

Dalam pesamuan tersebut diputuskan satu poin penting yakni adanya pelarangan melakukan upacara atiwa-tiwa/ngaben dalam rentang waktu dari tanggal 20 Januari hingga 4 April 2019.

 

Sedangkan putusan yang berpedoman Keputusan Sabha Pandita PHDI Nomor: 02/Bhisama/Sabha Pandita Parisada Pusat/Xl 2002 tanggal 28 Oktober 2002, pelaksana upacara Panca Wali Krama tersebut adalah seluruh Sadhaka.

 

Terkait dengan putusan tersebut, maka diterangkan jika ada keluarga umat hindu yang mengalami halangan , maka Apabila ada yang meninggal dunia boleh “mekinsan” di pertiwi dan dilakukan pada sore hari, namun tidak mendapatkan tirta pengentas.

 

Dan peraturan yang lainnya adalah jika ada keluarga yang sudah meninggal dan telah dikubur diharapkan agar nunas Tirtha Pemarisudha dari Pura Dalem Puri Besakih yang sebelumnya sudah dibagikan kepada seluruh umat Hindu di Bali, kemudian dipercikkan ke jenazah dengan terlebih dahulu menghaturkan upacara.

 

Sedangkan jika yang meninggal adalah Sulinggih (dwijati), Pemangku atau mereka yang menurut dresta tidak boleh dipendem, secepatnya dikremasi dan juga diperkenankan untuk “ngelelet sawa”.

 

Red

Editor : Intan