MPR Akan Hormati Tiap Masukan Atas Amandemen Konstitusi

TANGKAS – “MPR RI masih melakukan kajian atas masukan-masukan dari berbagai elemen bangsa di seluruh Indonesia.”

Demikian yang disampaikan oleh Wakil Ketua MPR RI Mahyudin di sela kegiatan sosialisasi Empat Pilar MPR RI, di Kabupaten Berau, Kalimantan Timur, Sabtu (10/12).

Dalam acara tersebut, Mahyudin mengutarakan  Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI menyatakan, pihaknya menghormati setiap masukan dari berbagai elemen untuk mengamandemen konstitusi.
“Pasalnya, hal itu berkaitan dengan stabilitas dan masa depan negara,” ucapnya.

Selain itu, Mahyudin menambahkan bahwa masukan dari berbagai elemen masyarakat yang banyak diterima MPR RI mengusulkan agar menghidupkan lagi haluan negara, sehingga arah pembangunan menjadi lebih fokus dan terarah.

Mahyudin mengakui setelah era reformasi Garis-garis Besar Haluan Negara (GBHN) dihapuskan dan diganti dengan rencana pembangunan jangka menengah nasional (RPJMN) serta rencana kerja pemerintah (RKP).

Oleh karena menurutnya, RPJMN ini berdasarkan visi dan misi presiden, kata dia, maka setiap ganti presiden akan berubah kebijakan.

“Untuk kembali ke UUD 1945 yang asli bukan perkara mudah. MPR RI sangat berhati-hati,” tegasnya.

Mahyudin menilai semua usulan terkait amandemen konstitusi harus melalui mekanisme di MPR RI dan dilakukan kajian, tidak bisa serta merta diamandemen. MPR RI melakukan kajian melalui Badan Pengkajian serta Lembaga Pengkajian dan hasilnya disosialisaikan ke fraksi-fraksi maupun kelompok DPD di MPR untuk meminta tanggapan dan sikapnya.

RED
EDITOR : INTAN