Miris Selamatkan Pariwisata Bali, Warga Karangasem Harus Jadi Tumbal Erupsi Gunung Agung

TANGKASNews – Penurunan Kawasan Rawan Bencana (KRB) di wilayah erupsi Gunung Agung dari 8 km menjadi 6 kilometer dinilai adaanya intervensi pemerintah guna menyelamatkan pariwisata Bali .

 

Kendati demikian , kebijakan pemerintah ini sangat membahayakan warga karangasem yang berada sekitar kaki  Gunung Agung yang kini tengah mengalami proses erupsi dan kerap menyemburkan abu vulkanik disertai hujan pasir.

 

Pernyataan ini disampaikan Ekonom asal Bali, Putu Yulia S dalam pesan singkatnya, Sabtu (13/1) pagi .

 

Yulia sangat menyangkan upaya pemerintah dalam menyelamatkan perekonomian Bali yang didominasi dari sektor pariwisata ini harus mengorbankan keselamatan Warga Karangasem  .

 

“Tidak semestinya pemerintah menurunkan zona KRB ke 6 km, karena erupsi Gunung Agung masih mengalami erupsi menuju titik klimak, ” ujarnya .

 

Menurut pengamatan dilapangan , imbuh Yulia, sepekan ini Gunung Agung kembali mengalami erupsi dengan menyemburkan abu vulkanik hingga ketinggian 2500 meter disertai hujan pasir ini masih membahayakan keselamatan dan kesehatan warga di zona KRB lebih dari 6 km .

 

Yulia mengutarakan diturunkan atau tidaknya zona KRB erupsi Gunung Agung ini tidak mempengaruhi objek wisata Bali yang berada jauh dari batas wilayah rawan bahaya tersebut. ” KRB 20 km pun juga tidak mengganggu aktivitas patiwisatabdi Bali, khan dihitung dari puncak Gunung Agung, ” ucapnya .

 

Untuk itu Yulia sangat mengkritisi putusan pemerintah untuk menurunkan zona KRB Gunung Agung. ” ibaratnya, demi selamatkan Pariwisata Bali, harus menjadikan warga Karangasem tumbal, ini sangat miris sekali ” ungkapnya .

 

Yulia menambahkan beda halnya dengan putusan dari pihak Kementerian Pariwisata yang menyatakan ada dua status atas erupsi Gunung Agung ini, dimana Level Waspada (II) ini untuk wilayah objek wisata diluar radius 20 km dan Status Awas untuk zona KRB 10 km dari puncak gunung Agung . ” Ini saya sangat setuju, ” pungkasnya .

 

Kendati demikian , Yulia menegaskan walaupun Gunung Agung tengah Erupsi, Bali masih aman untuk dikunjungi.

 

Seperti diketahui, Gunung Agung kembali mengalami erupsi dengan semburkan abu vulkanik setinggi 2500 meter pada Kamis ( 11/1) pukul 17.54 wita .

 

Menurut keterangan Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho menyampaikan  Gunung Agung menyemburkan asap dengan intensitas tebal bertekanan sedang, amplitudo 27 milimeter dengan lama gempa 130 detik. Asap Gunung Agung condong ke arah utara hingga timur laut.

 

“Aktivitas vulkanik masih cukup tinggi yang ditandai dengan tremor menerus dengan amplitudo 1-13 milimeter (dominan 1 milimeter). Embusan, gempa vulkanik dalam dan gempa tektonik jauh masih sering terdeteksi dari Pos Pengamatan Gunung Agung PVMBG di Rendang. Status masih awas,” terangnya, Jumat (12/1).

 

Gung Intan

TANGKAS BALI