Mensos : Pemerintah Pastikan Akan Beri Gus Dur Gelar Pahlawan Nasional

TANGKAS  – Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa menyatakan penganugerahan gelar kepahlawanan nasional kepada KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) hanya menunggu waktu yang tepat.

“Sudah selesai di dewan gelar, menunggu saat yang tepat,” ujar Khofifah, Sabtu (7/11/2015), saat menghadiri acara Wisuda 2015 Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Urwatul Wutsqo di Desa Bulurejo, Kecamatan Diwek, Kabupaten Jombang, Jawa Timur.

Menteri Sosial yang ditunjuk sebagai ketua Tim Peneliti dan Pengkaji Gelar Pusat (TP2GP) mengatakan, TP2GP telah memutuskan bahwa Gus Dur akan dianugerahi gelar pahlawan.

Selain menjabat sebagai Presiden RI ke-4, Gus Dur dikenal sebagai bapak bangsa yang mengajarkan pluralisme dan toleransi.

Gus Dur kelahiran Jombang, Jawa Timur, 7 September 1940  meninggal di Ciganjur, 30 Desember 2009 pada umur 69 tahun.

Meski tertunda, Khofifah menyebutkan, secara de facto Gus Dur sudah menjadi pahlawan. Terkait dengan gelar tersebut, Gus Dur sudah pernah diputuskan pada 2013, namun saat itu penganugerahan gelar tersebut masih ditunda.

Khofifah mengakui tidak bisa memberikan jawaban yang pasti soal pemberian penganugerahan tersebut, sebab pemberian itu juga atas keputusan dari Presiden.

Presiden Joko Widodo pada 2015 menganugerahkan gelar pahlawan kepada lima tokoh yakni Alm Bernard Wilhem Lapian, Alm Ki Bagus Hadikusumo, Alm Mas Isman, Alm Komjen Dr. H Moehammad Jasin, dan Alm I Gusti Ngurah Made Agung.

Kelima tokoh itu dianugerahi gelar pahlawan nasional karena jasa-jasanya dalam merebut dan mempertahankan kemerdekaan Indonesia.

Dengan penganugerahan itu, seluruh plakat tanda jasa dan penghargaan gelar pahlawan nasional diberikan Presiden Jokowi kepada para ahli waris.

Secara total, sebenarnya ada 163 penganugerahan, sehingga dengan tambahan lima yang baru itu, sudah 168 gelar diberikan pemerintah. Kemesos juga akan memberikan santunan sebesar Rp 50 juta kepada keluarga pahlawan sampai dua generasi. Pemberian santunan dilakukan satu kali dalam setahun.

Pemberian gelar tersebut menyambut peringatan hari Pahlawan pada 10 November 2015 akan dilaksanakan di Kota Pahlawan, Surabaya, Jawa Timur. Selain alasan sejarah, ini untuk  menguatkan dan menumbuhkan semangat kepahlawanan bagi generasi muda.

NINGSIH

EDITOR : DD BIN