Menperin Dorong Industri Nasional dengan Pengembangan Hilirisasi Produk

TANGKAS – Agrinex  Expo merupakan program rutin yang digelar para almamater Institut Pertanian Bogor setiap tahunnya. Agrinex Expo pertama kali digelar pada tahun 2007 lalu.

Tahun 2016 ini, Agribisnis Expo memasuki usia yang ke 10 dalam pelaksanaannya yang rutin digelar di JCC, Jakarta.

Menteri Perindustrian, Saleh Husin  dalam kunjungannya ke event ini mengatakan dalam Kebijakan Industri Nasional, pengembangan industri hulu agro dan industri berbasis agro merupakan peluang besar bagi pelaku agribisnis untuk mengembangkan usaha ke depannya.

” diharapkan juga ke depannya, hilirisasi produk pertanian dapat menjadi tuan rumah di negeri sendiri, “, ujar Menperin di Agrinex Expo, JCC Jakarta pada Jumat Sore (1/4).

Selanjutnya menperin menambahkan dan berharap  terjadi peluang-peluang bisnis yang menjadi jembatan sinergi antara industri pengolahan dengan sektor pertanian sebagai penyedian bahan baku.

Kementerian Perindustrian dalam hal ini, mendorong industri nasional mengembangkan hilirisasi produk pertanian dalam mewujudkan kedaulatan pangan.

Selain itu, melalui hilirisasi, para pelaku agribisnis akan mendapatkan nilai tambah dan jaminan pasar yang pada akhirnya mampu meningkatkan kesejahteraan rakyat Indonesia.

“Saat ini peluang yang sedang berkembang bagi para pelaku agribisnis adalah munculnya teknologi baru dalam industri kemurgi yang dapat merubah paradigma berusaha,”  ujar Saleh Husin.

 

Menteri Perindustrian Saleh Husin mendengarkan penjelasan produk dari Rektor IPB Herry Suhardiyanto saat mengunjungi stan IPB pada Agrinex 10th di Assembly Hall Jakarta Convention Center, 01 April 2016
Menteri Perindustrian Saleh Husin mendengarkan penjelasan produk dari Rektor IPB Herry Suhardiyanto saat mengunjungi stan IPB pada Agrinex 10th di Assembly Hall Jakarta Convention Center, 01 April 2016

Lebih lanjut, Menperin menjelaskan telah ditemukan teknologi baru yang memanfaatkan tanaman tembakau untuk membuat serat tekstil dan zat pewarna alami.

” Hal ini bila diterapkan akan menggeser paradigma industri tekstil dan pertanian tembakau ke arah industri yang aman dan ramah lingkungan atau biasa disebut industri hijau ( Go Green Industri ), imbuhnya.

” Untuk industri pangan sebagai sektor andalan dalam negeri, Kemenperin mendorong pengembangannya, antara lain melalui industri pengolahan ikan, industri pengolahan susu, industri bahan penyegar, industri pengolahan minyak nabati, industri pengolahan buah-buahan dan sayuran, serta industri gula berbasis tebu “, tegas Menperin.

Dalam kunjungan kali ini, Menperin didampingi Dirjen IKM Euis Saedah, Staf Ahli Bidang Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri (P3DN) Kemenperin Dharma Budhi , Ketua Panitia Agrinex 10th Rifda Ammarina, dan Rektor IPB Herry Suhardiyanto.

Rencananya event Agrinex ini akan berlangsung hingga Minggu (3/4).

 

RED – Humas Kementerian Perindustrian RI

 

EDITOR : DD BIN