Menpar : Perusahaan Korea Akan Investasi Rp 6,5 T Bangun Tanjung Lesung Jadi Destinasi Wisata Dunia

TANGKAS – Tanjung Lesung, salah satu 10 Destinasi Wisata Bali Baru yang telah ditetapkan oleh Presiden Jokowidodo tidak lama lagi akan menjadi wisata favorit berkelas dunia.

Objek wisata yang terletak 180 kilometer dari ibukota dengan potensi atraksi yang wow, dihiasi dengan hamparan pasir putih yang membentang sepanjang 15 km serta kekayaan biota laut yang tidak kalah saing, menjadikan Kementerian Pariwisata menargetkan Kunjungan Wisatawan Mancanegara (Wisman) ke Tanjung Lesung sekitar 1 Juta pada Tahun 2019 mendatang.

Terkait hal ini, Menteri Pariwisata Arief Yahya mengutarakan Wisata Tanjung Lesung ini akan menjadi Bussines Lead, Government Support.

Arief memaparkan Saat ini dibutuhkan investasi USD 10 Miliar, 50% nya disupport pemerintah dalam bentuk akses tol berikut dengan pembebadan tanahnya menuju ke Tanjung Lesung. Sisanya USD 5 Miliar itu menjadi tamggung jawab swasta melalui berbagai skema.

Sehingga Menpar dalam keterangan yang disampaikan Biro Humas dan Komunikasi Publik Kemenpar pada Selasa Malam (7/6) mennghimbau pembangunan sejumlah sarana pendukung pun terus dikebut. “Bukan hanya akses jalan tol, namun pemerintah bahkan sudah menyiapkan lahan untuk membangun bandar udara bertaraf internasional,” tuturnya.

Sebelumnya, Menpar menyampaikan salah satu perusahaan korea dipastikan akan berinvestasi sebesar Rp 6,5 T untuk membangun sarana prasarana di Tanjung Lesung guna mencapai target 2019 mendatang.

Ditempat yang berbeda, nggota Tim Percepatan Destinasi Tanjung Lesung, Ida Irawaty menegaskan saat ini pihaknya sedang mengupayakan pelabuhan di wilayah objek wisata ini akan dijadikan pelabuhan Pariwisata.

“Pembangunan jalan tol sampai sekarang prosesnya terus dikebut. Yang kedua bandar udara pandeglang, kami sedang minta peningkatan bandara dari 3E ke 4E. Jadi yang kita kebut bukan hanya amenitas saja, tapi aksesibilitas juga,”  jelasnya.

Menurutnya, Kesemua upaya tersebut dilakukan mengingat sebagai objek wisata yang menyuguhkan objek wisata bahari, tanjung lesung harus bisa memberikan akses yang mudah kepada para wisatawan yang biasa melakukan perjalanan wisata melalui jalur laut. “Karena hal tersebut hubungannya akan sangat erat dengan event-event internasional yang akan berlangsung di Tanjung Lesung,” ucapnya.

Selain itu, Ida menuturkan juga bahwa pihaknya juga berencana untuk kembali mengaktifkan jalur transportasi kereta api. Dengan jalur kereta yang sudah ada saat ini, menurutnya akan sangat mubazir bila sarana tersebut tidak dimanfaatkan secara maksimal untuk mendukung pertumbuhan pariwisata.

Ida menegaskan, semua upaya yang dilakukannya guna mencapai target kunjungan Wisman sebesar 1 Juta pada Tahun 2019 seperti apa yang telah disampaikan Menpar Arief Yahya.

RED
EDITOR : INTAN