Menkop Puspayoga Tegaskan Koperasi Solusi Wujudkan Keadilan Distribusi Kesejahteraan

TANGKAS – Memasuki Kemerdekaan RI di usia yang ke 71, Menteri Koperasi dan UKM, AAGN Puspayoga menegaskan sudah saat dilakukan pemerataan ekonomi. ” Koperasi adalah Solusi Mewujudkan Keadilan Distribusi Kesejahteraan,” tegasnya pagi ini, Sabtu (20/8).

Menurut Menkop Puspayoga, Koperasi yang berdiri sejak dua tahun setelah Indonesia Merdeka kini harus benar benar mampu tumbuh menjadi soko guru perekonomian nasional di tanah air.

Mengapa demikian ?, Mantan Wagub Bali ini menjelaskan karena hingga saat ini kesejahteraan hanya dirasakan segelintir masyarakat, sehingga disini menunjukan belum terjadinya pemerataan ekonomi secara menyeluruh.

Lebih lanjut, Menkop Puspayoga menilai pertumbuhan ekonomi di Indonesia telah mencapai 0,4 dan berhasil menduduki peringkat ketiga didunia setelah Tiongkok dan India, sedangkan masih saja ada masyarakat yang belum merasakan kesejahteraan tersebut. ” Berarti ini ada yang salah,” tegasnya.

Menkop UKM berpendapat, kesenjangan ini terjadi karena belum optimalnya pemberdayaan UMKM di tanah air. “Tidak ada artinya pertumbuhan ekonomi tinggi, namun pemerataan ekonomi atau keadilan tidaj terdistribusi dengan baik,” tuturnya.

Terkait situasi ini, Menkop Puspayoga menambahkan mengatasi kesenjangan ini, pihak Kementerian Koperasi dan UKM melakukan berbagai upaya dalam rangka mengoptimalkan pemerataan dan pemberdayaan para pelaku UMKM dengan fokus terhadap empat bidang yakni Infrastruktur, Energi, Tourism dan Maritim.

“Saya juga yakin kalau empat hal ini yaitu infrastruktur, tourism, energi, dan maritim jalan maka pertumbuhan ekonomi akan meningkat, jika UKM diperhatikan maka terjadi pemerataan kesejahteraan. Sebab tidak ada gunanya pertumbuhan meningkat tapi tidak ada pemerataan,” terangnya.

Selain itu, Program Reformasi Koperasi dengan menghilangkan database Koperasi yang tidak aktif dari Kemenkop UKM menjadi salah satu upaya mewujudkan keadilan distribusi kesejahteraan.

Dimana Reformaasi Koperasi itu menurut Menteri Puspayoga dilakukan melalui beberapa tahapan seperti Rehabilitasi, Reorientasi, dan Pengembangan Koperasi.

Dalam keterangan penutupnya, Menkop Puspayoga menegaskan bahwa Ciri Koperasi yang sukses itu adalah banyaknya jumlah anggota koperasi yang aktif dan bukan banyaknya jumlah koperasi namun tidak aktif.
“Kami (Kemenkop UKM-red) tidak mengejar jumlah koperasi, namun memperbanyak jumlah anggota koperasi. Ini adalah salah satu ciri koperasi yang sukses,” tegasnya.

RED
EDITOR : INTAN