Menkop Puspayoga: 10 Bali Baru Harus Mampu Berdayakan UMKM dan Koperasi Daerah

TANGKAS – Menteri Koperasi dan UKM, AAGN Puspayoga melakukan kunjungan kerja ke Bali pada Senin (2/6).

Menkop Puspayoga yang didampingi Sekretaris Kementerian Koperasi dan UKM, Agus Muharam serta Kepada Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Bali I Dewa Nyoman Patra membuka Rapat Regional Bidang Koperasi dan UMKM Tahun 2016 Wilayah III. di Sanur Denpasar, Bali.

Dalam sambutannya, Menkop Puspayoga menyampaikan bahwa pihaknya mempunyai 9 program unggulan yang harus didukung oleh Pemerintah Daerah.

“Program-program ini dan serapan anggarannya sangat memerlukan dukungan pemerintah daerah baik kabupaten maupun provinsi,”¬† ujar Menteri Puspayoga.

Menurutnya, Sembilan program yang mendesak agar anggarannya segera terserap yakni Penyusunan database koperasi atau Nomor Induk Koperasi (NIK), akta notaris, optimalisasi peran KUD dalam distribusi pupuk, Izin Usaha Mikro Kecil Menengah (IUMK), hak cipta, kewirausahaan, Galeri Indonesia Wow, Kredit Usaha Rakyat (KUR), dan LPDB-KUMKM.

Menkop Puspayoga menambahkan  amanat konstitusi menegaskan bahwa anggaran pusat maupun daerah adalah instrumen untuk mencapai tujuan nasional dan tujuan daerah.

“Politik perencanaan dan anggaran negara harus dikendalikan oleh tujuan dan manfaat yang akan dicapai, tidak seharusnya dikendalikan oleh ketersediaan anggaran atau karena tugas pokok dan fungsi,” ujarnya.

Lebih lanjut, Menkop Puspayoga menilai  teknis penyusunan perencanaan dan anggaran adalah memastikan tujuan pembangunan dapat dicapai dengan mengoptimalkan seluruh sumber daya baik pemerintah, swasta, dan perbankan, serta meningkatkan efektivitas, efisiensi, dan keadilan.

Sehingga dalam kesempatan tersebut, Menkop UKM menekankan proses perencanaan dan penganggaran pada optimalisasi sumber daya dan peningkatan kualitas belanja untuk mencapai tujuan pembangunan.

“sembilan program prioritas kementeriannya merupakan program unggulan yang telah disesuaikan dengan tema Rencana Kerja Pemerintah 2017 yakni memacu pertumbuhan infrastruktur dan ekonomi,” jelasnya.

Selain itu, Menkop Puspayoga mengutarakan pengembangan pariwisata yang erat kaitannya dengan sektor UMKM sebagai sektor pendukung.

Dalam sambutan penutupnya, Menkop Puspayoga menyatakan memberikan dukungan terhadap upaya pengembangan 10 destinasi wisata baru yang sekaligus diharapkan mampu memberdayakan para pelaku koperasi dan UMKM di daerah-daerah.

“Kenapa saya bicara pariwisata karena ini erat kaitannya dengan pelaku UMKM. Semakin banyak Bali-Bali baru berkembang semakin baik untuk UMKM kita,” tegasnya.

Gung Bayoe ( Tangkas BALI)

EDITOR : DD BIN