Melanggar Asas Hukum Negara, Presiden Jokowi : Persekusi Jangan Dibiarkan Berkembang di Indonesia

TANGKASNEWS – Di tengah bulan suci Ramadhan ini, Indonesia dihadapkan dengan isu baru di dunia maya dengan hadirnya para aktor “Persekusi”.

Presiden Jokowi Angkat bicara terkait hadirnya para aktor persekusi yang telah memperuncing isu SARA di tanah air.

Persekusi, tegas Presiden Jokowi, Tidak boleh dibiarkan karena bertentangan dengan asas hukum negara.

Menurut Presiden Jokowi, jika aktor persekusi¬† ini dibiarkan berkembang di Indonesia maka Indonesia akan menjadi negara Barbar.”Sangat berlawanan dengan asas-asas hukum negara, jadi perorangan maupun kelompok-kelompok maupun organisasi apa pun tidak boleh main hakim sendiri, tidak boleh,” tutur Presiden Jokowi usai mengikuti Kajian Ramadan 1438 Hijriah Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Timur yang digelar di Universitas Muhammadiyah Malang Dome, Kecamatan Lowokwaru, Malang pada Sabtu (3/6).

“Tidak ada, tidak boleh dan tidak ada. Kita bisa menjadi negara barbar kalau hal seperti ini dibiarkan,” imbuhnya.

Untuk itu Presiden Jokowi mengatakan pihaknya telah menginstruksikan jajaran Polri untuk untuk menegakkan hukum dengan menindak tegas pelaku persekusi dan hal tersebut tidak boleh dibiarkan.”Dan siapa pun, baik individu, kelompok maupun organisasi masyarakat dari kelompok mana pun segera hentikan. Hentikan dan semuanya serahkan persoalan itu kepada aparat hukum, kepada kepolisian,” pungkasnya.

Sebelumnya, Presiden Jokowi menghimbau kepada seluruh masyarakat Indonesia agar tidak terjebak untuk saling menghujat dan saling memfitnah hingga menyebarkan kabar bohong (hoax), khususnya melalui media sosial.

“Saling menyalahkan, memfitnah, membuat berita-berita hoax di media sosial. Ini ada hal-hal yang tidak produktif, hal-hal yang tak memiliki kontribusi pada negara ini,” ungkap Presiden Jokowi dalam sambutan saat meresmikan SMA Taruna Nala Jawa Timur, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang.

RED
EDITOR : INTAN