May Day, Presiden Jokowi : Peningkatan Produktivitas Menjadi Hal Paling Penting

TANGKASNews – Hari Buruh Sedunia (May Day) diperingati pada hari ini, Rabu (1/5). Berkaitan dengan peringatan Hari May Day 2019 ini, Presiden Jokowi menegaskan hal yang paling penting dilakukan adalah peningkatan Produktivitas melalui peningkatan kemampuan dan potensi para pekerja.

Menurut Kepala Negara, peningkatan produktivitas para pekerja itu berpengaruh terhadap produksi pabrik.

Pernyataan ini disampaikan Presiden Jokowi saat melakukan peninjauan ke PT KMK Global Sport, pabrik sepatu di kawasan Cikupa, Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten dengan didampingi Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto, dan Menteri Ketenagakerjaan Hanif Dhakiri.

PEMERINTAH TELAH SIAPKAN TENAGA KERJA KOMPETEN ERA INDUSTRI 4.0

Selanjutnya Menteri Perindustrian, Airlangga Hartarto mengatakan bahwa pihaknya telah menetapkan 10 langkah prioritas nasional di dalam peta jalan Making Indonesia 4.0, yang salah satunya adalah peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM).

“Upaya strategis ini guna mengakselerasi pengembangan industri manufaktur nasional agar lebih berdaya saing global di era digital sehingga mampu mendongkrak pertumbuhan ekonomi,” ujar Airlangga.

Ketua Umum Partai Golkar ini menyerahkan seperti misalnya, program pendidikan vokasi link and match antara industri dengan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) yang dluncurkan sejak tahun 2017, Kemenperin mampu menggandeng sebanyak 1.032 industri dan 2.612 SMK.

“Ini merupakan salah satu program yang diwujudkan secara konkret oleh Kemenperin dalam upaya menyediakan satu juta tenaga kerja tersertifikasi sampai tahun 2019,” jelasnya.

“Selain itu, kami melaksanakan program Diklat 3in1, yang juga melibatkan kaum disabilitas. Tahun ini, kami menargetkan sebanyak 72 ribu peserta dapat mengikutinya,” ujar Airlangga. Selanjutnya, Kemenperin sedang membangun Pusat Inovasi dan Pengembangan SDM Industri 4.0 di Jakarta. “ sambungnya.

Airlangga menegaskan bahwa SDM adalah kunci untuk mencapai kesuksesan pelaksanaan Making Indonesia 4.0, yang aspirasi besarnya adalah mewujudkan Indonesia masuk jajaran 10 negara yang memiliki perekonomian terkuat di dunia pada tahun 2030. “Dengan SDM yang kompeten, industri akan lebih produktif dan berdaya saing,”ucapnya.

Sehingga pengembangan SDM, ujarnya, merupakan salah satu momentum Indonesia untuk mengambil peluang dengan adanya bonus demografi hingga tahun 2030.

“Maka itu, Bapak Presiden Joko Widodo menginstruksikan mulai tahun ini fokus pembangunan nasional adalah peningkatan kualitas SDM. Ini menjadi potensi besar bagi Indonesia ke depan,” terangnya.

Red
Editor:Intan