Maraknya Isu Bom, Bandara Ngurah Rai Perketat Laptop Penumpang

TANGKAS – Berdasarkan Instruksi Dirjen Perhubungan Udara Nomor 3 Tahun 2017 tentang upaya peningkatan keamanan penerbangan sipil yang ditetapkan pada 30 Maret 2017 karena maraknya isu ancaman bom, Bandara Ngurah Rai Denpasar Bali memperketat pengawasn barang elektronik bawaan penumpang, seperti Laptop.

Hal ini dsiampaikan Kepala Bagian Hubungan Masyarakat Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai Arie Ahsanurrohim, pagi ini di Denpasar, Senin (3/4).

Arie mengutarakan pemerintah menegaskan kembali penerapan kebijakan itu setelah mencermati perkembangan situasi keamanan internasional.

Keamanan barang bawaan, imbuhnya,  telah diatur dalam Peraturan Direktur Jenderal Perhubungan Udara tahun 2010 terkait tata cara pemeriksaan keamanan penumpang, personel pesawat udara dan barang yang diangkut pesawat udara.

Selanjutnya, tegas Arie, Aturan itu kemudian ditambah lagi dengan adanya prosedur pemeriksaan bagasi dan barang bawaan berupa perangkat elektronik yang diangkut dengan pesawat udara melalui Surat Edaran Dirjen Perhubungan Udara tahun 2016.

Untuk itu, Arie menyampaikan  calon penumpang pesawat udara diwajibkan untuk mengeluarkan komputer jinjing dan barang elektronik dari bagasi kabin atau tas jinjing untuk diperiksa menggunakan mesin pemindai.

Bagi Laptop yang penumpang yang mencurigakan, tutupnya, maka akan dilakukan pemeriksaan manual dengan meminta calon penumpang untuk menghidupkan dan mengoperasikan laptop serta perangkat elektronik dengan pengawasan petugas.

GUNG INTAN (TANGKAS BALI)

EDITOR: INTAN