Maker Fest 2018, Dorong Brand IKM di Kancah Global

TANGKASNews РDirjen IKM  Kementerian Perindustrian , Gati Wibawaningsih mengatakan pihaknya tengah fokus dalam pengembangan industri kecil dan menengah (IKM) karena telah lama berperan penting menopang perekonomian nasional. Sektor yang menjadi mayoritas dari populasi industri di Indonesia ini, para pelaku usahanya dikenal memiliki ketangguhan dalam merintis bisnisnya dan mempunyai kreativitas guna meningkatkan daya saing porduknya.

 

” Misalnya, di era digital sekarang, perkembangan startup lokal kian tumbuh siginifikan seiring dengan momentum bonus demografi yang akan dialami Indonesia pada tahun 2020-2030. Pasalnya, bisnis startup ini diminati oleh generasi milenial, ” tuturnya di Jakarta, Rabu (11/4).

 

Dalam kesempatan tersebut, Gati menjelaskan saat ini, baru tercatat sekitar 2 persen pelaku startup lokal dari total keseluruhan populasi masyarakat Indonesia. Untuk itu, Pemerintah menargetkan Indonesia bisa menjadi negara ekonomi digital terbesar di Asia Tenggara pada tahun 2020 dengan memiliki 1.000 startup berbasis digital, valuasi bisnisnya mencapai USD100 miliar, dan total nilai e-commerce sebesar USD130 miliar.

 

“Guna mewujudkan sasaran itu, Kemenperin turut serta dalam ajang Maker Fest 2018 yang merupakan gerakan empowering movement bagi kreator atau produsen lokal yang digagas oleh Tokopedia, ” sambung Gati.

 

Maker Fest 2018, terangnya, bertujuan untuk menumbuhkan lebih banyak pelaku industri kreatif di dalam negeri terutama gerenasi muda yang mampu mengembangkan produk dan merek nasional di kancah global.

 

Lebih lanjut, Gati menyampaikan dalam kegiatan Maker Fest 2018 , Sebanyak lima IKM binaan Ditjen IKM Kemenperin yang ikut serta dalam ajang tersebut, yakni Rumah Nayozie (memproduksi Dompet Ulos), Fame Handmade (Rajutan), Creabrush Indonesia (Handycraft), Moms Craft (Decoupage), dan Reihani Tenun Batik Batak Melayu (Tenun).

 

“Maker Fest rencananya diselenggarakan di delapan kota untuk mendorong para wirausaha untuk mengkreasikan produk-produknya. Nantinya, akan ada kegiatan puncak untuk memilih tiga kreator dengan produk terbaik,” jelasnya.

 

Untuk itu Kemenperin , tegasnya, konsisten memberikan pembinaan kepada kreator muda dalam negeri untuk mendorong industri kreatif Indonesia bisa go global dan go digital.

 

“Kami terus membina ide-ide kreatif dari para pelaku IKM ini bisa diwujudkan dalam bentuk produk nasional yang berdaya saing global serta dapat memanfaatkan teknologi digital, ” ujarnya .

 

Kemenperin, Gati menambahkan dalam upaya mendorong IKM nasional agar mampu menggunakan teknologi digital, Kemenperin telah membuat fasilitasnya melalui e-Smart IKM. “Hingga saat ini sebanyak 1.730 pelaku IKM telah mengikuti workshop e-Smart IKM, ” tutupnya.

 

Red

Editor : Intan