Mahasiswa ITS Ciptakan Kaca Anti Pemanasan Global

TANGKASNews – Dilansir dari ANTARA pagi ini, disampaikan ada tiga mahasiswa Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya berhasil menciptakan kaca ‘Anti-pemanasan global’.

 

Dalam keterangan tersebut, Ketiga mahasiswa jurusan Kimua ITS terebut diantaranya, Nadia Lailatus Sadiyah, Aristin Putri Kusuma Anggraini dan Awanda Gita.

 

Kaca Anti Pemanasan Global ini adalah kaca berlapiskan Zeolit-Y untuk mengurangi kadar gas karbondioksida yang bisa memicu pemanasan global.

 

Dan Inovasi yang dirancang ketiga mahasiswa tersebut telah disetujui dan mendapatkan pendanaan dari Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Ditjen Dikti).

 

Awanda Gita kepada Antara pada Rabu (4/7) mengatakan Zeolit-Y adalah material berpori, terdiri dari mineral aluminosilikat yang terikat satu sama lain membentuk struktur oktahedral.

 

“Dengan adanya struktur oktahedral tersebut akan menghasilkan rongga-rongga di dalam material yang berfungsi meng-adsorpsi atau menyerap gas karbondioksida,” sambungnya.

 

Lebih lanjut, Awanda menjelaskan Zeolit-Y efektif dalam mengadsorpsi gas karbondioksida, karena ukuran rongganya yang hampir sama dengan ukuran molekul karbondioksida. Selain itu, kandungan silika pada Zeolit-Z lebih tinggi dibandingkan zeolit lain, sehingga mengakibatkan sifat hidrofobitasnya atau sifat fisik molekul yang tidak suka air juga tinggi.

 

“Sifat tersebut sama dengan sifat komponen kaca pada umumnya, sehingga membuat Zeolit-Y ini digunakan sebagai zat pendukung pada serat kaca. Serat kaca ini merupakan bahan pembuat kaca yang berbentuk seperti lembaran benang,”paparnya menambahkan .

 

Mengakhiri keterangannya, Awanda mengutarakan dirinya bersama tim berharap kaca berlapiskan zeolit ini bisa dipakai di gedung-gedung dan perumahan sebagai bentuk kepedulian terhadap efek pemanasan global.

 

Selain itu, tutupnya, karya ini juga diharapkan bisa lolos di ajang Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (Pimnas) 2018 di Yogyakarta.

 

Red

Editor : Intan