Lontarkan Lava Pijar 2 Km, Gunung Agung Masih Status Siaga dan Bandara Ngurah Rai Normal

TANGKASNews – “Erupsi terjadi secara Strombolian dengan suara dentuman. Erupsi bersifat eksplosif melontarkan batu pijar karena ada tekanan dari dalam kawah. Sifat magma yang lebih cair dibandingkan letusan tahun lalu juga menyebabkan mudahnya terjadi lontaran batu pijar.”

 

Demikian yang disampaikan Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho  usai terjadinya letusan Gunung Agung Bali yang disertai lava pijar pada Senin (2/7) malam .

 

Lebih lanjut , Gunung Agung kembali mengalami erupsi pada selasa pagi (3/7) sebanyak dua kali.

 

Berdasarkan informasi Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), letusan pertama terjadi pukul 04.13 Wita. Tinggi kolom abu teramati kurang lebih 2.000 meter di atas puncak.

 

Sedangkan letusan kedua terjadi pukul 09:28 Wita dengan tinggi kolom abu teramati kurang lebih 2.000 m di atas puncak.

 

Kendati demikian , Status Gunung Agung hingga kini masih berada di level III (siaga) dengan radius Rawan Bencana di 4 kilometer dari puncak kawah .

 

Disisi lain, kegiatan Bandara Ngurah Rai Denpasar Bali masih berjalan normal dan belum ada jadwal maskapai penerbangan yang dinyatakan delay.

 

Red

Editor :Intan