Krisis Global, Presiden Jokowidodo Diminta Urungkan Niat Untuk Ganti Mobil Kepresidenan

TANGKAS – Pada tahun 2016 atau dalam APBN Perubahaan 2016, defesit masih sangat besar, dan mahal senilai Rp.296.7 Trililun. Walaupun telah terjadi defesit anggaran dan amputasi anggaran pada setiap kementerian atau lembaga negara.

Menurut Direktur Centre Budget Analys (CBA), Uchok Sky Kadhafi pada Selasa (23/8) menuturkan jika alokasi anggaran untuk kepentingan dan kebutuhan mantan pejabat tinggi negara atau pejabat tinggi negara yang aktif, tidak pernah kurang, dan harus selalu disediakan seperti untuk pembangunan rumah mantan wakil Presiden Jusuf Kalla disediakan alokasi anggaran pada tahun 2016 sebesar Rp.15 milyar, dan pembangunan rumah mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono sebesar Rp.4.5 milyar.

Yang paling pedih dan nyeri hati ini adalah, Uchok menambahkan  pihak setneg, tidak mengurung niat sedikitpun, berencana beli mobil VVIP Kepresidenan yang lux dan mewah.

Walaupun terjadi defesit anggaran dalam APBN Perubahaan 2016, dan amputasi anggaran pada kementerian Uchok menegaskan Setneg sepertinya ngotot ingin beli mobil Mewah banget

Uchok memaparkan , Dimana pada tahun 2016, sesuai dengan dokumen rencana umum pengadaan,  setneg akan melakukan pengadaan kenderaan bermotor Roda 4 untuk kenderaan VVIP Kepresidenan dengan nilai sebesar Rp.26.372.500.000 untuk 2 unit kenderaan. Berarti satu kenderaan VVIP kepresidenan, punya pagu alokasi yang disediakan setneg sebesar Rp.13.186.250.000

Dari gambaran diatas, kami dari CBA (center for Budget Analysis) melihat pembelian mobil VVIP kepresidenan ini bukan hanya pemborosan anggaran dalam APBN, tetapi telah merusak akal sehat publik yang seenak enak saja beli mobil VVIP tanpa melihat pendapatan rakyat yang semakin menurun dratis, atau tambah miskin .

Sehingga Uchok dalam keterangannya meminta untuk  batalkan pembelian mobil VVIP. Menurutnya tidak akan ada gunanya presiden atau pihak istana pakai mobil VVIP,kalau rakyat tambah miskin.

Selain itu, Uchok menghimbau agar presiden Jokowi harus konsisten dengan pernyataannya, kalau menyatakan penghematan, seharusnya dimulai dari diri pribadi presiden Jokowi  bukan lebih dulu melakukan amputasi anggaran pada tiap kementerian.

Uchok juga meminta kepada  komisi II DPR agar mendesak setneg untuk membatalkan untuk beli mobil VVIP kepresidenan tersebut.

“Daripada mahal beli mobil mahal dan lux atau VVIP Kepresidenan,  akan lebih baik beli mobil esemka yang harga satu unit sebesar Rp.75.000.000, maka pihak istana bisa beli mobil esemka sebanyak 352 unit,” pungkasnya

RED

EDITOR : INTAN