KPK : Bukti Berantas Korupsi, Presiden Jokowi Terbanyak Laporkan Gratifikasi

TANGKASNews – Direktur Gratifikasi KPK Giri Supradiono  menyampaikan Presiden Jokowi merupakan pejabat tinggi negara yang paling banyak melaporkan gratifikasinya hingga hari ini Senin (4/6) tercatat mencapai angka Rp 58 Milliar.

 

“Total nilai gratifikasi milik negara terbesar secara berurutan adalah, pertama, Presiden Jokowi senilai Rp58 miliar yaitu sejak menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta,”  papar Giri dalam gelar pers konfrensnya di Gedung KPK Jakarta siang tadi.

 

Sedangkan posisi kedua, sambung Giri pejabat tinggi negara yang banyak melaporkan gratofikasinya adalah Wakil Presiden Jusuf Kalla dengan nominal sebesar Rp 40 Milliar.

 

“Sampai dengan 4 Juni 2018, total penerimaan laporan gratifikasi sebesar 795 laporan,” jelasnya.

 

Lebih lanjut, Giri menjelaskan bahwa Dari 795 laporan tersebut, sebanyak 534 laporan atau 67 persen dinyatakan sebagai milik negara; 15 laporan atau 2 persen sebagai milik penerima. Sisanya, 31 persen adalah surat apresiasi sehingga masuk dalam kategori “negative list”.

 

Sedangkan Total status kepemilikian gratifikasi yang menjadi milik negara , paparnya adalah Rp6,203 miliar. ” Dengan rinciannya dalam bentuk uang sebesar Rp5,449 miliar. Lalu berbentuk barang senilai Rp753,791 juta,” ucapnya.

 

“Instansi yang paling besar nilai laporan gratifikasinya adalah Kementerian Keuangan yaitu sebesar Rp2,8 miliar. Selanjutnya pemerintah provinsi DKI Jakarta sebesar Rp197 juta; Kementerian Kesehatan senilai Rp64,3 juta; Otoritas Jasa Keuangan sebesar Rp47,5 juta dan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan senilai Rp44,1 juta,” terangnya.

 

Red

Editor : Intan