KP2KKN Temukan 31 Pejabat Penerima Bansos

TANGKAS  – Divisi Monitoring Kinerja Aparat Penegak Hukum KP2KKN Jateng, Eko Haryanto mendesak aparat penegak hukum tersebut segera mengusut tuntas kasus korupsi bantuan sosial 2011 Provinsi Jawa Tengah. Berdasarkan analisis data KP2KKN, ditemukan 31 orang penerima bansos berulang kali di tahun 2011.

Komite Penyelidikan dan Pemberantasan Korupsi Kolusi dan Nepotisme (KP2KKN) Jawa Tengah mendukung sikap berani Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jateng atas penahanan tersangka kasus bansos 2011, Agoes Soeranto atau Agus Kroto.

 

“Namun, baru lima orang penerima yang diproses hukum. Itupun yang diproses baru “anak-anak kecil”, yakni bekas aktivis mahasiswa,” kata Eko, Kamis (1/10/2015).

Rata-rata penerima bansos tidak menggunakan uang proposal permohonan dana sebagaimana semestinya. Berulang kali transfer dana bantuan hanya ke satu penerima dengan rekening yang sama. Modus mereka dengan menggunakan organisasi abal-abal yang berbeda. Abal-abal karena alamat organisasi/lembaga tersebut tidak ditemukan.

“Bayangkan, satu orang memiliki 12 nama organisasi dengan alamat yang berbeda-beda. Organisasinya abal-abal. Setelah kami telusuri ternyata alamat-alamatnya tidak ada,” herannya.

Hingga kini ini masih ada 26 orang penerima lain belum diusut. Untuk itu, aparat penegak hukum juga harus mengusut 26 penerima tersebut demi keadilan dan menimbulkan efek jera.

“26 penerima itu ada oknum LSM, oknum staf DPRD Jateng, oknum pengacara hingga oknum wartawan yang sampai saat ini belum diusut,” tegas dia.

Intelijen (Korespondens)

EDITOR : DD BIN