Komnas HAM Nilai Soeharto Sangat Sulit Peroleh Gelar Pahlawan Nasional

TANGKAS – Kontroversi seputar wacana pemberian gelar pahlawan nasional kepada Presiden kedua Republik Indonesia, Soeharto, dianggap sebagai hal yang terus berulang setiap tahunnya.Komisioner Komnas HAM, Nur Kholis, menganggap perdebatan itu tak akan pernah selesai karena selama ini tidak ada niat untuk menuntaskan segala kasus dugaan pelanggaran HAM yang terjadi pada masa lalu.
“Ini sudah kesekian kalinya dicalonkan. Ada satu hal yang tidak diselesaikan bangsa ini, masa lalu tidak pernah diselesaikan untuk tuntas sehingga sulit menilai seseorang layak jadi pahlawan atau tidak,” kata Nur Kholis pada Selasa (10/11/2015).
Untuk menobatkan seseorang menjadi seorang pahlawan, sebut dia, perlu dilihat terlebih dulu jejak rekam orang tersebut pada masa lalu.
Di negara-negara lain, ungkap Nur Kholis, pemberian gelar pahlawan tidak terlalu menimbulkan kontroversi karena masa lalu orang tersebut yang jelas.

“Ada banyak peristiwa masa lalu yang masih kontroversial seperti tahun 1965 karena tidak clear pasti ada saja yang protes ketika ada yang diangkat sebagai pahlawan,” kata Nur Kholis.

Dorong rekonsiliasi
Menurut Nur Kholis, lebih baik saat ini mendorong upaya rekonsiliasi antar-semua pihak daripada sibuk meributkan seorang layak atau tidaknya mendapat gelar pahlawan.
“Ini bukan soal dendam-mendendam, tetapi bagaimana negara ini kalau dibangun dengan kebohongan. Kita ungkap di masa lalu sehingga bisa saling memaafkan,” ucap pria yang sempat menjadi aktivis lingkungan dan Suku Anak Dalam itu.
Pemerintah berencana memberikan gelar pahlawan nasional kepada dua tokoh yang pernah menjadi Presiden RI, yakni Soeharto dan Abdurrahman Wahid (Gus Dur). Namun, penganugerahan gelar pahlawan nasional itu belum dilakukan karena menunggu momentum yang tepat menurut Presiden.
Pemberian gelar bagi Soeharto ini sebenarnya sudah pernah diwacanakan sejak tahun 2012. Namun, rencana itu tak kunjung terealisasi karena banyaknya penolakan dari kalangan aktivis HAM.

INTAN

EDITOR : DD BIN