Komnas HAM Ajukan Gedung Kebhinekaan Guna Antisipasi Konflik Agama

TANGKAS  – Staf Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM), Ahmad Subhi Azhari mengatakan, Gedung Kebhinekaan atau Gedung Toleransi bisa dijadikan solusi terbaik untuk menyelesaikan konflik keagamaan yang saat ini tengah terjadi di daerah GKI Yasmin.

“Komnas HAM sudah menyampaikan surat ke Wali Kota Bogor. Kami melihat, ada satu peluang penyelesaian yang menurut kami sangat positif, sangat terbuka dalam konteks penyelesaian ini bisa membangun suasana toleransi yang lebih kondusif di Kota Bogor,” kata Ahmad di Kantor LBH Jakarta, Kamis (12/11).

Gedung Kebhinekaan tersebut, rencananya akan terdiri dari beberapa lantai yang salah satu lantainya akan digunakan oleh GKI Yasmin.
Lantai-lantai lain dapat digunakan oleh elemen-elemen masyarakat atau organisasi-organisasi masyarakat serta dapat dijadikan ruang publik.

“Kita melihat peluang ini bisa menjadi solusi dan kita juga menyampaikan beberapa pertimbangan terhadap solusi ini,” ujar Ahmad.
Dia memaparkan pertimbangan pertama, gedung itu bisa memperlihatkan tanggung jawab negara.

Pertimbangan kedua, dilihat dari aspek hukum, Ahmad mengungkapkan gedung Kebhinekaan secara tidak langsung adalah bentuk pelaksanaan putusan Mahkamah Agung dan juga rekomendasi Ombudsman terkait polemik GKI Yasmin.

“Jadi secara hukum, sangat mendukung,” tutur Ahmad.
Gedung Kebhinekaan juga dinilai dapat menjadi contoh dan model resolusi konflik bagi daerah-daerah yang tengah mengalami konflik keagamaan serupa.

Solusi ini juga diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi Indonesia.
Menurut Ahmad, selama ini GKI Yasmin selalu disorot di dunia internasional sebagai konflik keagamaan yang menjadi pekerjaan rumah dan dalam dua rezim belum terselesaikan.

“Beberapa alasan ini kita dorong kepada wali kota Bogor untuk mengambil langkah yang pasti dan lebih cepat untuk merealisasikan gedung ini. Peluang sudah sangat besar tinggal bagaimana wali kota Bogor mengambil peran dan sikap yang tegas,” ungkap Ahmad.

INTAN
EDITOR : DD BIN