Komisi X DPR Tolak Penghapusan UN

TANGKAS – “Komisi X memandang perlu adanya pendalaman sehingga tidak terkesan kita membuat terobosan-terobosan yang makin membuat bingung dunia pendidikan.”

Prihal ini ditegaskan oleh Anggota Komisi X DPR Dadang Rusdina alias Darus di Gedung Parlemen Senayan Jakarta, Selasa (29/11) menanggapi adanya wacana penghapusan Ujian Nasional (UN) oleh Mendikbud.

Menurutnya, kalaupun UN hanya dihentikan sementara atau dimoratorium, tetap harus ada evaluasi akhir dari proses belajar. Hal itu agar dapat diketahui sejauh mana tingkat pencapaian peserta didik ataupun sekolah terhadap mata pelajaran.

“Maka tentu harus ditetapkan apakah model ujian sekolahnya itu ujian semester atau evaluasi harian yang dilakukan oleh guru. Tentunya guru pun harus mendapat pembekalan yang memadai kalau bentuk evaluasi ini berubah,”¬† tuturnya.

Kendati demikian, Darus menekankan bahwa UN tetap dibutuhkan untuk pemetaan dan mengetahui pencapaian standar pembelajaran sekolah maupun peserta didik yang dapat dijadikan dasar bagi metode pada tahun berikutnya.

“Kita belum menyetujui dulu (penghapusan UN), sepertinya Pak Menteri yang sekarang ini senang membuat kejutan-kejutan tanpa dibahas dulu secara matang dengan Komisi ,” tegasnya.

RED
EDITOR  : INTAN