Kisah Pengusaha Kuliner Malang Kehilangan Rp 1,75 M Lantaran Investasi

TANGKAS –  Pengusaha kuliner, Praditio Hutama (40), harus kehilangan uang sebesar Rp 1,75 miliar setelah menerima tawaran investasi dari temannya, RN (43) dan KM (49). Kedua temannya menawarkan investasi sebesar Rp 60 miliar untuk pengembangan bisnis properti di Malang, Jawa Timur.

Investasi itu dilakukan dengan perantara seorang pemuka agama berinisial HR yang memang sudah kenal dengan Praditio.
“Korban ditawari investasi dengan menyerahkan dana awal tiga persen dari Rp 60 miliar, Rp 1,75 miliar. Uang itu setuju diserahkan korban 5 November 2015. Mereka janjian ketemu di Rumah Sakit (RS) Siloam TB Simatupang,” kata Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Komisaris Besar Krishna Murti kepada pewarta di Mapolda Metro Jaya, Minggu (8/11/2015).
Saat itu, Praditio datang bersama empat orang temannya dengan naik mobil. Sedangkan kedua pelaku juga datang bersama dua orang temannya, SN dan JN. Ketika menyudahi obrolan, RN dan KM meminta Praditio naik mobil bersama mereka.
Sedangkan teman Praditio mengikuti SN dan JN yang berpura-pura pergi untuk memeriksa dokumen. SN dan JN berangkat ke arah Cilandak, Jakarta Selatan. Sedangkan Praditio bersama RN dan KM menuju ke Cijantung, Jakarta Timur.
Di tengah perjalanan, Praditio yang sudah membawa uang Rp 1,75 miliar dipukul dan ditendang keluar dari mobil. Saat itu, mereka sedang berada di Jalan Tol TB Simatupang, Jakarta Selatan, yang mengarah ke Cijantung.
Setelah berhasil mengusir Praditio, RN dan KM bertemu dengan SN dan JN di rumah RN. Di sana, mereka membagi-bagikan hasil rampokan mereka.
Praditio melaporkan hal tersebut ke kantor polisi setempat. RN dan KM kemudian ditangkap polisi, dengan tiga orang temannya masih buron. Dalam penangkapan juga ditemukan barang bukti berupa senjata api berjenis FN.
Akibat tindakannya, kedua pelaku dijerat Pasal 365 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) dan Undang-Undang Darurat Nomor 12 Tahun 1951 tentang Penyalahgunaan Senjata Api dengan ancaman hukuman kurungan maksimal seumur hidup.
Intelijen

EDITOR : DD BIN