Kini, Institut Otomotif Indonesia Sebagai Lembaga Thinker Yang Independen

TANGKASNews – “Setelah berhasil dengan program perdana Kendaraan Pedesaan (AMMDes) yang telah diluncurkan secara resmi oleh Bapak Presiden Jokowidodo , kami Institut Otomotif Indonesia (IOI) kini menyatakan diri sebagai lembaga thinker yang berdiri secara independen (oksigen) dan bukan lagi di bawah naungan Kementerian Perindustrian.”

 

Pernyataan ini ditegaskan langsung dalam keterangan resminya oleh Presiden IOI, Made Dana Tangkas di Jakarta, Rabu (10/10).

 

CEO IBIMA ini menambahkan alasan IOI kini sebagai lembaga independen karena dalam perjalanannya menjalankan program kerjanya menggunakan biaya internal dan bukan subsidi dari pemerintah.

 

“Ini saya sampaikan supaya publik dan rekan media tidak terjadi salah persepsi akan keberadaan lembaga IOI hingga kini di Kemenperin,” ujarnya.

 

Seperti diketahui, usai Kendaraan Pedesaan (AMMDes) itu diluncurkan dan diproduksi masal oleh rekanan PT ASTRA OTO Parts , muncul berbagai isu akan status keberadaan IOI dalam projek angkutan pedesaaan multiguna tersebut.

 

Made Dana Tangkas juga sangat menyayangkan perjalanan Kendaraan Pedesaan kini telah menyimpang dengan visi misi awal program ini dilaksanakan bersama Kemenperin.

 

“Awalnya Pengembangan Kendaraan Pedesaaan ini akan dilaksanakan dengan sistem Open Source dan bukan dengan produsen mobil,” terangnya.

 

Kendati demikian , Advisor dari PT.Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) ini tidak mempermasalahkan hal tersebut, karena semua putusan  itu merupakan wewenang dari pemerintah, khususnya pihak Kemenperin.

 

“Semua putusan ada di pihak Kemenperin, IOI sebagai wadah para pelaku industri otomotif nasional hanya bisa membantu pemerintah sesuai dengan potensi dan kapasitas kami,”sambungnya.

 

Made Dana Tangkas menjelaskan posisi dirinnya didalam pengembangan Kendaraan Pedesaan (AMMDes) ini adalah sebagai Dewan Penasehat AMMDes.

 

“Terima kasih, saya diberikan kepercayaan dari pihak produsen AMMDes dan Kemenperin untuk menjadi Dewan Penasehat dalam program produksi massal Kendes tersebut,” tegasnya.

 

Red

Editor : Intan