Ketua RDP : Prabowo Gugat Ke MK Itu Wasting Time

TANGKASNews – Perbedaan Selisih Suara Hasil Pemilihan Presiden 2019 antara Jokowi versus Prabowo dua kali lipat Pilpres 2019. Dimana Pilpres 2014 Selisih suara Jokowi Prabowo sekitar 8 Jutaan dan pilpres 2019 berkisar 16 Jutaan .

Menanggapi hal ini, Ketua Relawan Dua Periode, H Made Zakir mengutarakan adanya rencana kubu prabowo Sandi menggugat ke Mahkamah Konstitusional (MK) itu menjadi langkah yang sia sia dan buang waktu.

” Langkah Prabowo Sandi menggugat ke MK itu Wasting Time, Selisih suara terlampau jauh,” ujar Made Zakir dalam keterangan tertulisnya, Kamis (23/5).

Made Zakir menambahkan sebenarnya mereka (koalisi Prabowo Sandi) sudah mengetahui bahwa menempuh langkah gugatan ke MK itu sia sia.

” Mungkin mereka punya rencana untuk membuat kerusuhan yang lebih besar pasca Ramadhan bersama pasukan radikal yang ada didalamnya, Ya Biarkan saja. NAMANYA JUGA ORANG KALAH, mungkin depresi atau stress, kita simak aja aksi rusuh kubu prabowo Sandi di MK Nanti,” paparnya.

Seharusnya, imbuh Made Zakir, Prabowo sebagai mantan Danjen Koppasus bisa menunjukan jiwa ksatria dan nasionalisme sebagai prajurit. ” Prabowo harus turut menciptakan situasi Damai di tanah air, bukan menjadi biang rusuh , pemecah persatuan bangsa , dan mengorbankan rakyat kecil yang tidak berdosa ,” ucapnya.

Made Zakir melanjutkan Jikalau Gugatan MK ada beberapa yang harus dilakukan Pemilihan Ulang, hasilnya tidak akan dapat merubah selisih suara Pilpres 2019. ” Jokowi Amin itu sudah menang telak, selisih suaranya terlampau jauh. Jumlah Masyarakat Waras jauh lebih banyak ketimbang yang Sakit Jiwa,” terangnya.

Untuk itu Relawan Dua Periode, tegasnya, menghimbau kepada Prabowo Subiyanto untuk bisa kstaria dengan legowo menerima hasil Real Count KPU Pilpres 2019. ” Pak Prabowo Harus Legowo menerima kekalahan lagi demi terwujudnya Indonesia Damai, aman dan sejahtera,” pungkasnya.

Red
Editor : Intan