Ketua DPR Setuju Usulan Pemerintah Untuk Naikan Harga Rokok Rp 50 Ribu

TANGKAS – Ketua DPR, Ade Kommarudin menekankan agar usulan Pemerintah atas kenaikan harga Rokok dua kali lipat atau senilai Rp 50 ribu mengurangi prilaku masyarakat untuk mengkonsumsi rokok.

Kendati demikian Ketua DPR dengan sapaan Akom tidak menampil kebijakan tersebut akan mampu mengurangi jumlah perokok aktif secara signifikan.

“Saya setuju dengan harga rokok dinaikkan. Kenaikkan harga ini sekaligus upaya  untuk mengurangi jumlah perokok di masyarakat, walaupun ini masih perkiraan sementara,”  tuturnya di Gedung DPR, Jumat (19/8).

Lebih lanjut, Akom menilai keputusan Pemerintah yang rencananya akan direalisasikan mulai September, merupakan salah satu langkah untuk menambah pendapatan negara melalui tarif cukai rokok.

“Kalau dinaikkan harganya, otomatis penerimaan negara dari sektor cukai akan meningkat. Itu artinya, menolong APBN kita supaya lebih sehat di masa mendatang,” imbuhnya menjelaskan.

Terkait usulan pemerintah tersebut, Akom optimis kebijakan ini tidak akan berdampak secara signifikan pada industri rokok, termasuk keberlangsungan petani tembakau.

“Saya menyakini bahwa  hal ini tidak akan mengganggu petani tembakau untuk mereka dapat seperti sediakala bekerja di sektornya, sesuai dengan profesi yang dipilihnya selama ini,”  terangnya

Berdasarkan informasi dari Biro Humas dan Pmeberitaan DPR RI, Usulan pemerintah akan kenaikan pajak Rokok ini merupakan hasil studi dari Pusat Kajian Ekonomi dan Kebijakan Kesehatan Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia. Kajian tersebut mengungkap kemungkinan perokok aktif akan berhenti merokok jika harganya dinaikkan setidaknya dua kali lipat dari harga normal.

RED
EDITOR INTAN