Kepala BIN Tegaskan Pemerintah Akan Berikan Amnesti Kepada Ratusan Kelompok Senjata Din Minimi Aceh

TANGKAS – Pimpinan kelompok bersenjata Aceh, Nurdin Ismail alias Din Minimi, menyerahkan diri ke Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Letjen Purn Sutiyoso di Aceh Timur. Bang Yos langsung menjemput Din Minimi ke Aceh Timur.

Kepala BIN berada di Aceh sejak kemarin dan memutuskan menjemput langsung Din Minimi pada Senin (28/12/2015) malam.

Bahkan, Sutiyoso sempat berfoto bersama seluruh anggota kelompok bersenjata itu.

Pendekatan yang dilakukan BIN ini akhirnya membuat kelompok Din Minimi memutuskan turun gunung dan menyerahkan seluruh senjata yang mereka miliki.

Rencananya, Din Minimi bersama 11 anggotanya akan  dibawa ke Lhokseumawe dan seterusnya akan diterbangkan ke Jakarta.

Pemerintah Akan Berikan Amnesti

Kepala Badan Intelijen Negara Letjen (Purn) Sutiyoso menyatakan, pemerintah akan memberikan amnesti untuk 150 anggota kelompok bersenjata pimpinan Din Minimi di Aceh. Dia mengatakan bahwa Presiden Joko Widodo, Wapres Jusuf Kalla, Menko Polhukam Luhut Pandjaitan, Menkumham Yasonna Laoly dan DPR RI sepakat memberikan amnesti untuk kelompok itu.
Tindakan tersebut dianggap sebagai penyelesaian konflik dengan cara santun dan lembut.
“Tapi amnesti kan butuh waktu,”¬†kata pria yang akrab disapa Bang Yos, dalam jumpa pers di Lhokseumawe, Selasa (29/12/2015).
“Mereka minta amnesti untuk 120 orang anggotanya yang turun gunung dan untuk 30 orang yang sudah ditangkap polisi,” ujarnya.
Dia juga menyebutkan sudah berkomunikasi dengan Kapolda Aceh dan Pangdam Iskandar Muda.
“Pimpinan keamanan di Aceh ini sangat kooperatif. Saya apresiasi untuk mereka yang telah mendukung penyelesaian kasus Din Minimi secara santun,” ujarnya.
Dia menyebutkan, tuntutan Din Minimi lainnya adalah agar janda dan anak yatim dan mantan kombatan GAM, korban konflik disejahterakan.
“Namun tuntutan itu saya pikir ke pemerintah daerah. Hanya amnesti yang di pemerintah pusat,” tegas Kepala BIN

Intelijen

EDITOR : DD BIN