Kendaraan Pedesaan Indonesia Butuh Payung Hukum Pemerintah

TANGKAS – Menteri Perindustian, Airlangga Hartarto telah menegaskan bahwa Kendaraan Pedesaan merupakan kendaraan multi guna yang digunakan di pedesaan untuk mengangkut hasil pertanian dan perkebunan serta disesuaikan dengan daerah geografi masing masing daerah.

Sebelumnya, Airlangga juga menilai peluang Kendaraan Pedesaan masih cukup besar sebagai kendaaraan di segmen under 1000 cc.

Terkait Kendaraan Pedesaan, Presiden Institut Otomotif Indonesia (IOI), Made Dana Tangkas menegaskan bahwa Kendaraan Pedesaan Indonesia ini butuh payung hukum (regulasi) dari pemerintah guna lancarnya tahap produksi.

“Sekarang kita butuh payung hukum dari pemerintah agar program Kendaraan Pedesaan berjalan lancar,” tutur Made Dana Tangkas dalam pers konfrens di acara Forum Grup Discussion (FGD) di Gedung Kemenperin, Jakarta pada Selasa (29/11).

Ditanya soal deasain, Made Dana Tangkas mengatakan IOI bersama Kemenperin akan menggelar sebuah lomba desain kendaraan Pedesaan sebelum dipublikasikannya Desain Prototype dari Kendaraan Rakyat ini.

Dewan Pembina dari Perkumpulan Industri Kecil dan Menengah Komponen Otomotif (PIKKO) ini menambahkan bahwa peserta dari lomba ini terbuka untuk kalangan perguruan tinggi seluruh Indonesia dan akan dimulai awal Desember dan akan berakhir pada Agustus 2017 tahun depan.

Kendati demikian, Made Dana Tangkas menekankan bahwa desain Kendaraan Pedesaan Indonesia ini akan disesuaikan dengan kebutuhan darim perdesaan tersebut.

“Kita lihat akan desain dari berbagai bentuk sesuai dengan kebutuhan perdesaan,” tegasnya.

Lebih lanjut, Made Dana Tangkas menuturkan terkait harga jual dari Kendaraan Pedesaaan ini akan berkisar Rp 60 – 70 Juta. ” Harapannya, harga jual sekitar Rp 60 – 70 Juta,” ucapnya.

Sedangkan terkait mesin, Made Dana Tangkas mengutarakan bahwa Kendaraan Pedesaan Indonesia akan dibuat dengan mesin dan model yang modern. ” Model Kendaraan Indonesia tidak bersinggungan dengan model kendaran yang sudah ada,” ungkapnya.

Terkait maintenance (perawatan), tambah Made Dana Tangkas, pihaknya akan membuat Kendaraan Pedesaan Indonesia ini lebih praktis sehingga bengkel bengkel yang berada di wilayah pedesaan mampu memperbaiki dan merawat kendaaraan ini.

Menutup keterangannya, Made Dana Tangkas mengatakan guna mendukung implementasi dari Kendaraan Pedesaan Indonesia ini, IOI bersama Kemenperin dan 22 Perguruan Tinggi di Indonesia bersinergi secara bersama melakukan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) dalam rangka pengembangan SDM Industri, penguatan IKM dalam negeri dan pengembangan kendaraan pedesaan.

“Kerja sama ini dilakukan IOI guna menyinergikan dan mengoptimalkan peran sejumlah lembaga yang telah ada di Indonesia dalam rangka meningkatkan daya saing industri otomotif nasional,” tegasnya

RED
EDITOR ; INTAN