Kemungkinan RJ Lino Jadi Tersangka dalam Kasus Pelindo II

TANGKAS – Dalam perkembangan terakhir kasus dugaan korupsi di PT Pelindo II Tanjung Priuk, sebuah kabar mengejutkan datang dari Wakil Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Wadir Tipideksus) Kombes Agung Setya.

Menurut Agung, Direktur Pelindo II, Richard Joost Lino, kemungkinan besar dapat ditetapkan sebagai tersangka korupsi pengadaan 10 unit mobile crane, hasil dari pengembangan pemeriksaan selama ini.

“Tentu hasil pemeriksaan tidak bisa kami ungkapkan tetapi ini membuat kami tambah yakin jika yang bersangkutan (Lino, Red) patut diduga masuk sebagai pelaku dalam anatomi kejahatan korupsi di Pelindo II,” Kombes Agung Setya Rabu (10/11).

Adapun RJ Lino dijadwalkan akan kembali diperiksa pekan depan untuk yang kedua kalinya, guna memberikan keterangan dalam kapasitas sebagai saksi. Hal itu dipertegas oleh Kombes Agung.

RJ Lino sendiri telah membantah jika telah terjadi korupsi terkait pengadaan mobile crane -yang pada akhirnya tidak bisa digunakan karena dikirim ke pelabuhan yang tidak memerlukan-. Lino beralasan semua proses tender telah dilakukan sesuai dengan prosedur.

Apalagi menurut Lino, BPK juga telah mengadakan audit perihal semua kegiatan tender yang dilakukan oleh PT Pelindo II.

Kasus yang pertama kali dibongkar oleh Bareskrim Polri ini berawal dari kunjungan mendadak Presiden Jokowi ke Pelabuhan Tanjung Priok, untuk mengecek dwelling time yang kemudian membuat Presiden Jokowi berang. Pasalnya ia mendapati banyak kejanggalan, seperti proses dweeling time yang lama, serta tidak ada satupun staff Pelindo II yang bisa menjawab mengapa hal itu bisa terjadi.

Setelah itu, Presiden meminta Polri untuk mengusut apa sebenarnya yang terjadi di dalam internal Pelindo II. Pada pengembangan kasus yang dilakukan Polri itulah, akhirnya terbongkar semua borok Pelindo II, termasuk dugaan korupsi.

Karena “perlawanan” yang dilakukan oleh RJ Lino -sampai-sampai menyeret sejumlah nama elit pemerintahan seperti Menteri Sofyan Djalil, Menteri Rini Soemarno sampai kepada Wakil Presiden Jusuf Kalla- kasus ini pun seperti meledak dan memperoleh perhatian khusus dari pemerintah.

DPR RI akhirnya membentuk Panitia Khusus (Pansus) yang melakukan pendalaman, bersama Bareskrim Polri. Apakah RJ Lino nantinya akan ditetapkan sebagai tersangka, masih harus ditunggu sampai penyidikan Polisi tuntas.

Intelijen

EDITOR : DD BIN