Kemungkinan, Presiden Jokowi Akan Tundak Proyek Kendaraan Pedesaan Hingga Pilpres 2019

TANGKASNEWS – Melihat situasi bangsa Indonesia yang dinilai genting siaga satu dengan banyaknya kisruh politik di pemerintah , Presiden Jokowi kemungkinan akan menunda beberapa program atau proyek yang telah dicanangkan dalam tahun ini.

Salah satu proyek yang akan ditunda adalah proyek Kendaraan Pedesaan Indonesia dibawah naungan Kementerian Perindustrian.

Prihal ini disampaikan oleh Politisi PDIP, Iwan Siswo dalam keterangannya di Jakarta pada Sabtu (15/7).

Iwan menegaskan Proyek Kendaraan Pedesaan ini dinilai akan menambah beban masalah Presiden Jokowi dalam pemerintah. “Proyek Kendes ini rentan akan adanya kasus korupsi baru dalam pemerintah,” ucapnya.

Kendati Kendes ini tidak menggunakan APBN, dan murni dibiayai swasta, Iwan mengatakan proyek Kendes ini diprediksi akan menghadirkan pelaku pelaku korupsi baru dari pejabat lembaga negara.

Selain itu, Iwan mengutarakan Presiden Jokowi di akhir kepemimpinannya periode pertama ini harus bisa menuntaskan proyek atau program pemerintah yang urgent dan mampu memberikan kesejahteraan bangsa Indonesia.

“Jika ingin mendapat dukungan rakyat dalam periode Pilpres 2019 mendatang, Presiden Jokowi diharapkan mampu menuntaskan Proyek Infrastrukturnya di pertengahan 2018 mendatang,” jelasnya.

Iwan menilai, Proyek Kendaraan Pedesaan ini juga akan memakan waktu yang sangat panjang untuk realisasinya. “Selain rentan Korupsi, proyek Kendes ini juga akan memakan waktu panjang,” ungkapnya.

Untuk itu PDIP, tegasnya, menyarankan Presiden Jokowi agar menunda proyek proyek pemerintah yang kurang penting akan kesejahteraan Rakyat Indonesia dalam waktu Pra Pilpres 2019 mendatang.

Proyek Kendes, tutupnya, sebaiknya dilaksanakan nanti setelah Pilpres 2019 mendatang, dan Presiden Jokowi dapat juga merasakan hasil dari proyek kendaraan multiguna tersebut.

“Masih banyak proyek industri yang harus didahulukan untuk dikembangkan demi kesejahteraan rakyat, seperti pengembangan produk IKM, ” jelasnya.

RED
EDITROR : INTAN