Kementerian KKP Berhasil Realisasikan Investasi Perikanan Budidaya Hingga Rp 19 T

TANGKAS – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menyatakan realisasi investasi di sektor perikanan budidaya mencapai Rp 19 triliun sampai kuartal III 2015.

“Investor yang tertarik menanamkan investasi termasuk dari beberapa negara seperti Norwegia dan China. Sebagian tertarik berinvestasi di budidaya tambak terintegrasi, juga pada budidaya laut atau marikultur”, ujar Direktur Jenderal Perikanan Budidaya Slamet Soebjakto  Senin (9/11).

Tingginya nilai investasi di sektor perikanan budidaya membuat Slamet meyakini target produksi perikanan budidaya tahun ini bisa menembus target 17,9 juta ton. Lebih tinggi 23,27 persen dibandingkan hasil produksi 2014 sebesar 14,52 juta ton.

“Sama seperti tahun lalu, kemungkinan besar tahun ini masih didominasi produksi rumput laut sebanyak 70 persen, diikuti 22 persen dari budidaya ikan air tawar, dan sisanya dari udang dan ikan laut,” kata Slamet.

Slamet menyebut potensi pengembangan perikanan budidaya di Indonesia masih terbuka luas.

“Produksi perikanan budidaya, dari tahun ke tahun terus di genjot dan di tingkatkan. Dengan penerapan teknologi budidaya yang mengedepankan efisiensi dan ramah lingkungan, kita harapkan produksi perikanan Indonesia memiliki nilai tambah sehingga meningkatkan daya saing produk di pasar regional maupun global”, lanjut Slamet.

Terbukanya lahan bagi investor domestik maupun asing di sektor produksi perikanan budidaya, tak ayal adalah upaya pemerintah, untuk menciptakan iklim produksi perikanan budidaya yang mandiri dan berkelanjutan. Sehingga diharapkan mampu menggerakkan perekonomian daerah dan nasional, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, menyerap tenaga kerja bagi usaha perikanan budidaya.

Sebelumnya, Menteri KKP Susi Pudjiastuti mengaku telah menganggarkan dana Rp 400 miliar untuk membantu pengembangan industri perikanan budidaya di tahun ini.

“Dengan dana APBNP ini KKP siap mendukung kegiatan budidaya perikanan di Indonesia,” ujarnya pada senin (9/11) di Jakarta

Susi sendiri berharap, dengan tambahan anggaran tersebut perikanan budidaya bisa menghasilkan jumlah produksi yang sama dengan hasil produksi perikanan tangkap. Dia menargetkan setiap tahun, eksploitasi ikan di laut berkurang 10 persen setiap tahunnya demikian juga peningkatan produksi ikan budidaya.

“Saya ingin perikanan budidaya ini mengurangi kegiatan eksploitasi laut, diganti dengan budidaya. Entah budidaya laut atau darat,” tegas Menteri KKP

NINGSIH

EDITOR : DD BIN