Kemenperin Tegaskan Industri 4.0 Tidak Dapat Berjalan Sendiri

TANGKASNews – ” Secara garis besanya, Industri 4.0 tidak dapat berjalan sendiri dengan tanpa adanya Intensif.”

 

Pernyataan ini disampaikan Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Industri dan Kekayaan Intelektual , Kementerian Perindustrian, Ir. Sony Sulaksono, M.Bs dalam acara pelatihan Industri 4.0 di Gedung BPPI , Semarang Jateng, Senin (26/2).

 

Mantan Kepala Balai Besar Tekstil (KBBT) ini menyampaikan ada beberapa faktor yang menjadikan masih keterbelakangnya Industri di Indonesia.

 

Pertama , ujarnya, masih belum kuatnya Struktur di Indonesia .

 

Kedua, Sony menambahkan terkait Green Teknologi Suistanability.  ” Diharapkan melakukan riset riset  yang suistanable, irit bahan baku, dan Teknologi kekinian,” jelasnya.

 

Ketiga, SME yang belum menunjang. Keempat , Masih keterbelakangnya ketersediaan dunia digital dalam implementasi teknologi Industri . “Terakhir, banyaknya jumlah penduduk di Indonesia yang tidak seimbang dengan perkembangan teknologi, ”

 

Sebelumnya, Menteri Perindustrian, Airlangga Hartarto mengaskan bahwa Industri 4.0 ini ditandai dengan meningkatnya keterkaitan antara manusia, mesin dan sumber daya alam melalui konvergensi teknologi informasi dan e-manufacturing lanjutan. “Era ini juga semakin menguatkan hubungan dunia digital dengan sektor industri,”  pungkasnya.

 

Sedangkan Direktur PT Rekadaya Multi Adiprima (RMA), Farri Aditya menuturkan bahwa Industri 4.0 ini adalah pemanfaat teknologi kekinian dengan mengurangi keterlibatan faktor human (manusia ).

 

” Saat ini RMA masih menggunakan sistem Industri 3.0 (otomatisasi), ” ucapnya disela sela acara Coaching pra Pitching Day 2018 di Gedung BPPI,Kemenperin Semarang.

 

Kedepannya, tegasnya, RMA akan menerapkan dapat Industri 4.0 yang semua proses produksi serba otomatis. “RMA itu 100 persen produk Indonesia, menggunakan bahan baku lokal,” pungkasnya

 

Red

Editor : Intan