Kemenperin Harap Industri Logam Berikan Kontribusi Kepada Pertumbuhan Ekonomi Nasional

TANGKAS – Program Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri (P3DN)merupakan salah satu dukungan strategis yang diharapkan menjadi pemicu penggunaan produk logam dalam negeri, terutama terhadap proyek-proyek yang dibiayai oleh APBN.

Menurut Menteri Perindustrian, Airlangga Hartarto, Program P3DN ini juga merupakan salah satu upaya pemerintah untuk mendorong masyarakat maupun badan usaha agar lebih menggunakan produk dalam negeri. Selain itu, melalui P3DN, dapat memberdayakan industri dalam negeri melalui pengamanan pasar domestik, mengurangi ketergantungan kepada produk impor, serta meningkatkan nilai tambah produk dalam negeri.

“Salah satu bentuk pelaksanaannya adalah dengan mewajibkan instansi pemerintah untuk memaksimalkan penggunaan hasil produksi dalam negeri pada kegiatan pengadaan barang dan jasa yang dibiayai oleh APBN atau APBD,”  ujarnya usai membuka Pameran Produk Logam Tahun 2016 di Plasa Pameran Industri, Kementerian Perindustrian, Jakarta, Rabu (24/8).

Selain itu, Menperin menyampaikan Pemerintah terus berupaya menciptakan iklim usaha yang kondusif agar pelaku industri dalam negeri khususnya sektor logamuntuk tetap bergairah melakukan investasinya di Indonesia.Data statistik menunjukan bahwa pertumbuhan industri logam pada tahun 2015 sebesar 6,48 persen ataunaikdibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai 6,05 persen.

Dalam keterangannya, Airlangga berharap industri logam nasional bisa berkontribusi lebih besar terhadap perekonomian nasional serta mampu mengisi rantai nilai dari industri hulu sampai hilir.

Ditempat yang sama,  Dirjen Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi dan Elektronika (ILMATE) Kemenperin I Gusti Putu Suryawirawan mengutarakan industri logam memiliki peranan besar dalam pertumbuhan ekonomi nasional.

“Produk logam merupakan komponen utama dalam pembangunan sektor ekonomi lainnya, yaitu sektor konstruksi secara luas yang meliputi bangunan dan properti, jalan dan jembatan, ketenagalistrikan, dan lain-lain,” jelasnya.

Gusti Putu menambahkan dalam upaya melindungi dan mendorong pertumbuhan industri logam nasional, pemerintah telah melakukan pemberlakuan SNI wajib.

“Saat ini perlu penegakan SNI dan pertegas lagi sanksinya agar tidak ada penyimpangan. Untuk itu diperlukan koordinasi yang lebih baik dengan berbagai pihak,”  tuturnya.

Lebih lanjut, Gusti Putu memaparkan bahwa upayaKemenperin dalam membina industri logam nasional adalah melalui pelaksanaan berbagai pameran, salah satunya pameran reguler di Plasa Pameran Industri.Melalui kegiatanpameran, diharapkan masyarakat mengetahui kemampuan industri logam di dalam negeri dan menyadari akan pentingnya penggunaan produk dalam negeri untuk memajukan industri logam nasional.

Gusti Putu dalam keterangannya berharap melalui pameran kali ini yang mengusung tema “Peningkatan Pangsa Pasar Domestik Produk Industri Logam Guna Mewujudkan Industri yang Berdaya Saing” yang berlangsung 24 – 26 Agustus 2016 dapat menjadi momentum untuk percepatan pengembangan sektor industri nasional. Hal ini sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 14 Tahun 2015 mengenai Rencana Induk Pembangunan Industri Nasional(RIPIN) 2015-2035, dimana sektor industri ditargetkan untuk tumbuh 10,5 persen dan memberikan kontribusi PDB sebesar 30 persen pada tahun 2035.

RED
EDITOR : INTAN