Kemenperin : Capasity Building Jadi Hal Paling Penting Bagi Pelaku IKMA

TANGKASNews – ” Hal yang paling penting bagi para pelaku IKM adalah masalah Capasity Building atau pendampingan teknis.”

 

Pernyataan ini disampaikan Dirjen IKMA, Kementerian Perindustrian, Gati Wibawaningsih dalam gelar pertemuan bersama Persatuan Insinyur Indonesia – Badan Kejuruan Teknik Industri (PII – BKTI) membahas membangun IKM 2019 di Gedung Kemenperin, Jumat (4/1) pagi.

 

Untuk itu Gati memberikan apresiasi kepada para anggota PII BKTI yang mau turut bersama dalam pendampingan guna membangun IKM  .

 

“Saya mengapresiasi kepada bapak dan ibu dari PII BKTI yang berkenan ikut menjadi oendamping Teknis IKM, ” ucapnya.

 

Lebih lanjut, Gati menjelaskan pada umumnya sebesar 50 persen IKM di indonesia itu adalah produksi makanan dan minuman. “30 persen industri fesyen dan 20 persen dari industri lainnya,” jelasnya.

 

Sebelumnya, Ketua PII BKTI, Ir Made Dana Tangkas, Msi IPU AER mengemukakan maksud ikut merapat pihaknya kedalam Direktorat IKM Kemenperin ini adalah bagaiamana secara bersama 3,2 juta IKM Lokal ini dapat berkembang dan berdikari.

 

” Pertemuan PII BKTI dengan Dirjen IKM ini merupakan perdana , sehingga kami berharap agar ada sesuatu yang terwujud menjadi kerja nyata bersama,” ujar Made Dana.

 

Kendati demikian sebelum melangkah dalam mengerjakan sesuatu tersebut, Made Dana menekankan sangat perlunya diadakan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara PII BKTI dengan Direktorat IKMA Kemenperin.

 

“Untuk menjadi Pendamping teknis IKMA tersebut, seharusnya dilakukan penandatanganan MoU terlebih dahulu,” tegasnya.

 

Made Dana menuturkan didalam PII BKTI ada sekitar 290 perguruan tinggi yang ada jurusan teknik industri siap menjadi pendampungan teknis bagi para pelaku di Indonesia. “Sekitar 290 perguruan tinggi terdapat jurusan teknik industri yang akan siap turut menjadi pendamping teknis IKMA di tanah air, ” jelasnya.

 

Red

Editor : Intan