Kasus Salim Kancil, Wartawan Dapat SMS Teror Preman Tambang

TANGKAS –  Kasus Salim Kancil, HL (40), Seorang preman tambang asal Lumajang, Jawa Timur, ditangkap petugas Polda Jatim pada Sabtu (7/11/2015) kemarin.

HL menebar SMS ancaman kepada sejumlah wartawan yang meliput tambang ilegal.

Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Raden Prabowo Argo Yuwono, mengatakan, HL ditangkap setelah sejumlah wartawan yang mendapat SMS tersebut melapor ke Polda Jatim.

“Pengembangan penyelidikan masih terus dilakukan oleh Ditreskrimum,” katanya, Minggu (8/11/2015).

Peneror mengancam akan membunuh wartawan yang meliput kasus tambang ilegal di Lumajang dengan bom ikan (Bondet).

Pengirim pesan bahkan mengaku sudah mengetahui rumah wartawan penerima SMS dan akan mengeksekusi ancamannya jika tambang ilegal terus diberitakan.

Arief Ulinnuha, seorang wartawan televisi lokal Jawa Timur, mengaku mendapatkan SMS teror itu pada Kamis (5/11/2015) malam.

Dia menduga, aksi teror dilakukan oleh kelompok pengaman tambang atau lebih dikenal dengan “kelompok 32”.

“Aktivitas liputan tambang di Lumajang masih berisiko tinggi karena itu kami minta polisi lebih memperketat pengamanan di kawasan Tambang Lumajang,” ujarnya.

Berikut isi SMS teror itu:
Anda itu jangan jadi sok alim wan kalau anda dji lain hari tentang memberitakan pasir anda aku bondet rumah atau anda wan waktu jalan ke mana pun aku skrang dekat dari rumah mu jok kenapa mas agus yuda jugak di britakan apa lagi sampek di panggil kpk anda aku akan ku bondet rumah mu wan was salam team sak masek mutiara halem aku sahril klakah cobak aku lapor kan ke polres sebelum melangkah anda udah tewas bagi wartawan yang memberitakan tentang kasus lumajang jangan enak2 entar lg pasti ada yang kenak mercon bantingan. Was salam semua team 32 lumajang“.

Intelijen

EDITOR : DD BIN