Kasus EKTP, KPK Nyatakan Tidak Percaya Bantahan Gandjar Pranowo Atas Uang Suap

TANGKASNews – Kasus E KTP, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyatakan tidak mempercayai sepenuhnya bantahan Gubernur Jawa Tengah, Gandjar Pranowo atas penerimaaan uang suap yang ditudingkan terdakwa Setya Novanto dalam persidangan pekan lalu.

 

Juru bicara KPK, Febri Diansyah mengutarakan dalam mengungkap peran seseorang, KPK sudah pasti bergantung pada fakta persidangan. Baik itu yang disampaikan oleh terdakwa dan juga para saksi. Dengan kata lain,  kalau ada informasi mengenai dugaan penerimaan oleh pihak-pihak tertentu pasti KPK harus melakukan kroscek atau melihat kesesuaiannya dengan bukti yang diketahui.

 

“KPK tidak mungkin bergantung pada satu keterangan saja, harus ada kesesuaian antara saksi satu dengan yang lain disertai kesesuaian bukti-bukti, itu poin yang paling penting untuk menggali kebenaran materiil dalam sebuah perkara,” ujar Febri dalam keterangan tertisnya, Sabtu (10/2).

 

Febri menuturkan seperti halnya Setya Novanto mengatakan dia mendengar bahwa Andi Agustinus sudah memberikan uang, tentu kita harus cek Andi Agustinus. “Dia bicara apa dalam kesaksian atau ┬ápersidangan misalnya. Kita juga perlu gali fakta-fakta lain terjadi dalam rentang waktu disampaikan tersebut,” imbuhnya.

 

Seperti diberitakan sebelumnya,dalam persidangan Setya Novanto mengatakan dirinya pernah dilaporkan oleh anggota Komisi II DPR saat itu yakni almarhum Mustoko Weni dan almarhum Ignatius Mulyono bahwa uang e-KTP dari pengusaha Andi Agustinus alias Andi Narogong sudah sampai ke tangan anggota fraksi PDIP, Ganjar Pranowo.

 

Red

Editor : Intan