Kapolri Tuding Pimpinan KPK Yang Bocorkan Sprindik Setnov

TANGKASNews РIsu adanya Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP) bernomor B/263/XI/2017/Dittipidum tertanggal Selasa 7 November 2017 yang ditandatangani Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri Brigjen Herry Rudolf Nahak  itu memang benar adanya.

 

Penerbitan SPDP pihak Polri kepada dua pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Agus Rahardjo dan Saut Situmorang atas dugaan kasus penyalahgunaan wewenang dengan membuat surat palsu terkait masa peranjangan masa pencegahan Ketua DPR, Setya Novanto alias Setnov keluar negeri.

 

Pernyataan ini ditegaskan oleh Kapolri Jendral Pol Tito Karnavian di Polda Metro Jaya, Kamis (9/11).

 

Kapolri menjelaskan SPDP tersebut hanya dikirimkan ke SPDP itu hanya dikirim ke Kejaksaan dan lima tembusan, diantaranya kuasa hukum Setya Novanto, Sandy Kurniawan selaku pelapor serta kepada terlapor sebagaimana diatur Mahkamah Agung (MA).

 

Maka dari itu bocornya informasi SPDP kehadapan publik melalui media sengaja dilakukan pihak pelapor sendiri. “Bukan Polri yang menyampaikan kepada publik. Jadi, kemungkinan besar adalah pelapor yang menyampaikan kepada media,” imbuh Tito.

 

Kendati demikian , Kapolri menegaskan pihaknya belum menetalkan tersangka atas kedua pimpinan KPK.

 

“Penyidik masih perlu mengumpulkan barang bukti menggali informasi kepada saksi-saksi, ” ujarnya.

 

“Bukan status tersangka. Jadi langkah-langkah yang dilakukan tentu harus melakukan pendalaman lagi, bisa saja ada saksi ahli yang berbeda pendapat, juga didengarkan keterangannya, saksi-saksi lain kemungkinan terlapor mungkin kita dengarkan pendapatnya,” ¬†terangnya

 

Dalam keterangannya , Tito mengaku curiga pihak pelapor yakni kedua pimpinan KPK sengaja mempublikasikan dan membocorkan SPDP tersebut kepada media.

 

 

Red

Editor : Intan