Kapolri : Kemungkinan Akan Ada Tersangka Baru dalam Kasus Pelindo II

TANGKAS – Kasus dugaan korupsi di PT Pelindo II, Tanjung Priok, terus bergulir. Di samping DPR RI yang membentuk Panitia Khusus, pihak Polri juga terus meneruskan proses pemanggilan beberapa individu yang terkait dengan kasus tersebut.

Bareskrim Polri memeriksa Direktur PT Pelindo II, Richard Joost Lino pada senin (9/11), yang pada panggilan pertama tidak datang dengan alasan surat panggilan Polisi yang tidak sah.

Hadir sejak pagi, Lino diperiksa untuk pengembangan kasus Pelindo II. Menurut Kapolri, Jenderal Badrodin Haiti, tidak menutup kemungkinan bahwa akan ada tersangka baru setelah Lino selesai diperiksa.

“Saksi tambah terus dilakukan untuk bisa memroses sampai ke peradilan. Atau juga apakah akan ada tersangka baru,” kata Badrodin di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan.

Menurut Badrodin, alat bukti dan keterangan para saksilah yang akan menuntun penyidik apakah harus menetapkan tersangka baru atau tidak.

“Kasus ini masih berjalan, karena itu pemeriksaan saksi juga masih berjalan.”

Seperti diketahui, sudah ada tersangka yang ditetapkan yaitu, Direktur Teknik, Ferialdy Noerlan.

Lino sendiri ketika dimintai pernyataan, tidak bersedia memberikan banyak keterangan kepada awak media. Ia mengatakan dirinya akan diperiksa sebagai saksi.

Lino sendiri merupakan sosok yang selama ini dikenal “sakti”, sejak Bareskrim di bawah pimpinan Komjen Budi Waseso membongkar dugaan korupsi pengadaan 10 mobile crane tersebut.

Penggeledahan di kantor Lino beberapa waktu lalu, sempat membuat gaduh politik tanah air, karena seorang Wapre Jusuf Kalla pun sampai harus menelpon Komjen Buwas, supaya menghentikan penyidikan kasus Pelindo II.

Tidak hanya Kalla, beberapa menteri seperti Rini Soemarno dan Sofyan Djalil pun, sampai harus kelihatan seperti ikutan “membela” Lino dalam kasus tersebut.

Intelijen

EDITOR : DD BIN