Kapolri Bantah Pernyataanya Timbulkan Kegaduhan

TANGKAS РAdanya sangkaan publik atas pernyataan Kapolri Jendral Pol Tito Karnavian yang menimbulkan kegaduhan, Tito menegaskan bahwa dirinya  sinyalemen makar bersamaan dengan aksi umat Islam beberapa waktu lalu ditujukan untuk pendompleng, bukan kepada peserta unjuk rasa yang menuntut proses hukum terhadap Ahok.

“Saya tidak pernah sekalipun menuduh pengunjuk rasa dalam aksi tersebut makar,” ujarnya di Jakarta, Minggu (27/11).

Kapolri menambahkan Polri menengarai ada kelompok-kelompok pendompleng yang membawa agenda sendiri pada saat demo 4 November, di luar tuntutan dugaan penistaan agama oleh Ahok, seperti pendirian khilafah, menggulingkan presiden sah.

Adanya keinginan kelompok tertentu melakukan teror, tito menambahkan pihaknya  saat itu juga menyiagakan Densus 88 untuk mengantisipasi kejadian-kejadian tak diinginkan.

Maka dari itu, dalam keterangannya Tito menegaskan dia tidak mengizinkan orang berunjuk rasa, termasuk terkait rencana aksi 2 Desember. Namun, ia mengimbau agar aksi tidak dilakukan di jalan protokol yang bisa merugikan orang lain.

“Betapa banyak orang mengaku dan mengatasnamakan Islam, namun kita justru melihat adanya gejala ismun bi laa musammaa, yakni gejala adanya perbedaaan antara nama dan yang dinamai. Simbol memang penting, tapi perjuangan yang hanya bersifat simbolik jelas menyesatkan,” terangnya.

RED
EDITOR : INTAN